Turis India Syok! Langgar Lalu Lintas di Swiss, Dendanya Tembus Rp 18 Juta
GH News June 02, 2026 11:08 AM
Jakarta -

Liburan seorang di Swiss turis asal India menyisakan drama tak menyenangkan. Dia ditagih denda pelanggaran lalu lintas Rp 18 juta dari negara itu setelah hampir setahun liburannya berakhir.

Dia mengungkapkan pengalaman itu melalui unggahan di X. Turis perempuan yang menggunakan nama Poan Sapdi itu mengatakan tengah berupaya memahami apakah ada cara untuk mengajukan banding, mengurangi, atau membatalkan denda tersebut.

"Apakah ada yang pernah menerima denda pelanggaran lalu lintas dari Swiss beberapa bulan setelah kembali dari liburan?" kata Poan dalam cuitannya dan dikutip , Selasa (2/6/2026).

"Kami baru saja menerima surat tilang hampir Rs 1 lakh (sekitar Rp 18,3 juta), hampir setahun setelah liburan kami. Kami tengah mencari tahu apakah ada cara untuk mengajukan banding, mengurangi, atau membatalkan denda tersebut," dia menambahkan.

Dia meminta warganet yang memiliki pengalaman serupa dan mendapatkan solusi untuk membagikan pengalaman mereka.

"Kami ingin mendengar pengalaman siapa pun yang pernah menghadapi hal serupa atau tahu prosesnya. Setiap bantuan akan sangat kami hargai," dia menambahkan.

Video itu viral dan disaksikan 1,3 juta penonton. Kasus itu menjadi diskusi di kalangan traveler India tentang pentingnya memeriksa perjanjian sewa dengan cermat dan memahami peraturan lalu lintas setempat di luar negeri.

Sejumlah warganet menilai kecil kemungkinan denda tersebut bisa dibebaskan. Mereka juga memperingatkan bahwa pengajuan banding dari luar negeri justru berpotensi membuat sanksi semakin berat, sehingga pembayaran segera dianggap sebagai langkah paling aman untuk menghindari masalah visa di kemudian hari.

"Tidak mungkin denda itu dihapus. Selain itu, karena Anda baru mengajukan banding setelah sekian waktu, pihak berwenang mungkin akan menjadikannya contoh agar orang lain tidak melakukan hal yang sama," ujar salah satu warganet di kolom komentar.

"Permintaan penghapusan denda dari luar negeri kemungkinan besar akan mengakibatkan peningkatan denda. Lebih baik bayar secepatnya agar tidak masuk daftar hitam untuk visa Schengen berikutnya," warganet lain menimpali.

Perempuan asal India lantas membalas saran dari warganet itu. Dia mengatakan bahwa merujuk surat denda yang diterima, keringanan bisa diajukan.

"Kami akan membayarnya, tentu saja, tetapi disebutkan dalam surat bahwa kami dapat mengajukan keberatan atas denda tersebut. Kami ingin mengajukan keberatan atas biaya keterlambatan karena kami menerima pemberitahuan tersebut sangat terlambat," ujar Poan.

Warganet lain menilai bahwa denda itu memang terlalu besar. Ada pula yang menyarankan agar Poan membayar denda itu dengan mencicil.

"Pernah dapat denda dari Jerman setelah perjalanan sebesar 10.000. Sudah dibayar. Tapi 1 lakh itu gila," kata warganet lain.

"Denda lalu lintas Swiss sangat besar. Bayar saja, kalau tidak mereka akan terus menambahkan bunga. Anda juga bisa meminta rencana pembayaran, mungkin Anda bisa membayarnya secara bertahap, sedikit demi sedikit. Saya tidak yakin apakah Anda akan kembali ke sana," kata yang lain.

Femi Diah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.