SURYA.co.id, KEDIRI - Update kasus penemuan bayi perempuan di area persawahan Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Kamis (28/5/2026).
Kini, kondisi kesehatan bayi tersebut makin membaik. Fisik bayi lebih sehat dibandingkan saat pertama kali dibawa ke rumah sakit.
Bayi ini masih menjalani perawatan di ruang perawatan bayi RS SLG Kediri.
Kepala Bagian Tata Usaha RS SLG Kediri, Awang Huda Darmawan mengatakan, respons bayi terhadap perawatan dan asupan nutrisi menunjukkan hasil yang baik.
"Kondisi bagus, minum banyak, luka sunburn (paparan matahari - red) berkurang, sudah ada kenaikan berat badan juga," kata Awang saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (1/6/2026).
Saat ini bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki berat badan sekitar 2.200 gram dengan panjang badan 43 sentimeter.
Baca juga: Bayi Siapa? Dibuang di Area Persawahan Kediri, Menangis, Tali Pusar Sudah Mengering
Sebelumnya, bayi itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di pinggir jalan area persawahan Desa Tugurejo.
Saat ditemukan, bayi masih hidup dan menangis sehingga menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Awang, saat tiba di rumah sakit masih ditemukan placenta atau ari-ari yang sudah terpisah dari tubuh bayi.
Selain itu, terdapat tanda-tanda paparan sinar matahari yang cukup lama pada kulit bayi.
Tim medis juga menemukan kondisi tali pusar yang mulai mengering serta sisa ketuban yang sudah menimbulkan bau.
Namun demikian, rumah sakit belum dapat memastikan usia pasti bayi maupun berapa lama bayi tersebut berada di lokasi sebelum ditemukan warga.
Kapolsek Ngasem, Ipda Heri Priyadi, menjelaskan penemuan bayi bermula ketika seorang warga sedang mencari sisa jagung di sawah atau yang biasa disebut ngasak.
Sekitar pukul 10.45 WIB, warga tersebut mendengar suara tangisan bayi dari arah pinggir jalan persawahan.
Setelah mencari sumber suara, saksi menemukan seorang bayi perempuan yang terbungkus sarung bantal berwarna hitam bermotif garis putih.
Bayi tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari hasil pemeriksaan awal, tim dokter menemukan sejumlah tanda yang mengindikasikan bayi sempat berada cukup lama di lokasi penemuan.
Meski kondisi kesehatan bayi terus membaik, misteri siapa orang tua maupun pihak yang tega membuang bayi tersebut hingga kini masih belum terungkap.
Heri menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dan berbagai petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.
"Saat ini dalam proses penyelidikan," tegas Heri.