TRIBUNJAMBI.COM – Di tengah sorotan publik mengenai intensitas perjalanan diplomatik Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Istana akhirnya membeberkan laporan capaian komprehensif.
Hasil dari maraton diplomasi internasional selama 1,5 tahun terakhir tersebut diklaim membawa dampak masif bagi ketahanan ekonomi, stabilitas domestik, hingga modernisasi militer Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, meluruskan anggapan miring yang menilai kunjungan luar negeri Presiden hanya bersifat seremonial atau gagah-gagahan.
Melalui pernyataan resmi via akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy memaparkan deretan indikator keberhasilan konkret yang berhasil dibawa pulang oleh Kepala Negara.
Sektor investasi menjadi salah satu bukti paling menonjol.
Berdasarkan rilis data otoritatif dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total modal asing yang berhasil ditarik masuk ke tanah air dalam 1,5 tahun ini menembus angka Rp2.430 triliun.
"Hasil kunjungan ke luar negeri presiden lainnya dari segi pertahanan adalah Indonesia saat ini punya alat pertahanan yang kuat, berasal dari berbagai negara: Prancis, Amerika, Inggris, Eropa," ungkap Teddy, membeberkan diversifikasi capaian strategis pertahanan Indonesia.
Keberhasilan di sektor finansial ini disokong kuat oleh lawatan strategis ke kawasan Asia Timur.
Baca juga: Seskab Teddy Buka-bukaan: Biaya Luar Negeri Prabowo Pakai Uang Pribadi
Baca juga: Kronologi Bedeng Dua Pintu di Eka Jaya Jambi Hangus Terbakar
Hasil konkret dari kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan secara instan mengamankan komitmen investasi baru senilai Rp575 triliun untuk pembangunan domestik.
Di samping itu, lobi internasional Prabowo sukses menjebol proteksi pasar Eropa melalui kesepakatan tarif impor 0 persen ke Uni Eropa yang tercapai pada tahun 2025 lalu.
Manfaat paling krusial dari kehadiran Presiden Prabowo di panggung global adalah diterimanya Indonesia ke dalam blok ekonomi strategis BRICS.
Keputusan geopolitik ini memberikan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas di tengah guncangan ekonomi dunia saat ini.
Bergabungnya Indonesia ke BRICS menjadi jangkar pengaman bagi pasokan vital dalam negeri.
Hasilnya, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap berada pada level aman, harga BBM subsidi berhasil dijaga agar tidak naik, dan ketahanan stok pangan nasional berada dalam kondisi yang sangat stabil.
Di luar urusan ekonomi dan militer, buah manis diplomasi tingkat tinggi ini juga menyentuh aspek keagamaan.
Baca juga: Bakom Bela Arahan Prabowo Soal Bahasa Prancis: Syarat Negara Maju
Baca juga: Kebakaran Hebat di Pasar Kemayoran: 3 Korban Luka dan Ratusan KK Terdampak
Keberhasilan lobi personal Presiden Prabowo dengan para pemimpin di Timur Tengah berdampak langsung pada kelancaran dan kesuksesan operasional penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia pada musim haji tahun 2025 dan 2026.
Di balik limpahan hasil positif tersebut, Teddy Indra Wijaya memastikan bahwa operasional kunjungan kerja dijalankan dengan prinsip efisiensi yang sangat ketat agar tidak menguras anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Manifest rombongan kepresidenan dipotong secara radikal hingga menyisakan 50 sampai 60 orang saja—turun drastis dari periode sebelum-sebelumnya yang kerap membawa lebih dari 120 orang sekali jalan.
Lebih dari itu, akuntabilitas keuangan tetap dijaga secara mandiri oleh Kepala Negara.
"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," pungkas Seskab Teddy menegaskan transparansi di balik pencapaian tersebut.
Baca juga: Hari Ini Dibuka Pendaftaran Beasiswa S1 Pemprov Jambi 2026, Kategori Prestasi dan Kurang Mampu
Baca juga: Kebakaran Hebat di Pasar Kemayoran: 3 Korban Luka dan Ratusan KK Terdampak
Baca juga: Seskab Teddy Buka-bukaan: Biaya Luar Negeri Prabowo Pakai Uang Pribadi
Baca juga: Jambi Top 7, Malam Mencekam di Mersam