Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo, Dijuluki Bapak Diaspora Indonesia, Pengalaman 40 Tahun
Vivi Febrianti June 02, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nama Dino Patti Djalal kini tengah ramai jadi perbincangan publik.

Hal itu setelah dirinya mengkritik Presiden RI Prabowo Subianto yang sering berpergian ke luar negeri.

Profil dan rekam jejak Dino Patti Djalal pun kini jadi sorotan publik.

Apalagi setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjawab kritik tersebut.

Bukan orang sembarangan, Dino Patti Djalal adalah mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang juga dijuluki sebagai Bapak Diaspora Indonesia.

Sejak Sekolah Menengan Akhir (SMA), Dino Patti Djalal sudah tinggal di luar negeri.

Bahkan Dino Patti Djalal juga lahir di Belgrade, Yugoslavia, pada 10 September 1965.

Latar belakang keluarganya yang berprofesi sebagai diplomat membuat Dino menghabiskan masa kecil dan remajanya di berbagai negara mengikuti penugasan orang tuanya.

Melansir stekom.ac.id ayahnya bernama Hasyim Djalal dan sang ibu bernama Jurni.

Di mana Hasyim Djalal dikenal sebagai seorang diplomat Indonesia ternama.

Orang tuanya berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatra Barat.

Ia pernah tinggal di sejumlah kota dan negara, mulai dari Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, hingga Vancouver.

Saat Sekolah Dasar (SD), Dino mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah sebelum melanjutkan ke SMP Al-Azhar.

Lalu memasuki jenjang pendidikan menengah atas, ia melanjutkan sekolah di McLean, Virginia, Amerika Serikat.

Usai menamatkan SMA, Dino mengambil studi Ilmu Politik di Universitas Carleton yang berlokasi di Ottawa, Kanada, dan meraih gelar sarjana.

Pendidikan tingginya kemudian berlanjut di Universitas Simon Fraser, Vancouver, Kanada, tempat ia memperoleh gelar Magister Ilmu Politik.

Sementara itu, gelar doktor di bidang Hubungan Internasional diraih dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.

Karier profesionalnya di dunia diplomasi dimulai pada 1987 ketika bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Dino pernah mendapatkan penugasan di sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk London, Dili, dan Washington DC.

Baca juga: Seskab Teddy Bandingkan Jumlah Personel Kunker : Zaman Dino Patti Djalal 120 Orang, Prabowo 60

Pengalamannya yang panjang di bidang diplomasi mengantarkannya ke berbagai posisi strategis, hingga pada 2014 dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Berikut ini perjalanan karir Dino Patti Djalal

  • Bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia (1987),
  • Jadi Juru bicara Pemerintah Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur (1999),
  • Diangkat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara (2004),
  • Dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden untuk Urusan Internasional (2004-2010),
  • Jadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2010-2013),
  • Menerima Bintang Jasa Utama (2010),
  • Menerima Bintang Mahaputra Adipradana (2014),
  • Memenangkan penghargaan bergengsi “Marketeer of the Year” (2013),
  • Bergabung dalam konvensi partai yang berkuasa saat itu, Partai Demokrat, untuk memilih calon Presiden. Dino berkampanye sebagai calon independen dan bukan anggota partai Partai Demokrat (2014),
  • Diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Juni 2014 - pertengahan 2015),
  • Mendirikan Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) (2015),
  • Menerima Penghargaan Antarbudaya untuk Inovasi dari Austria (2017),
  • Dino menjadi ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) (2018),
  • Dino bergabung dengan program talk show di Mola TV, di mana ia mewawancarai aktor Robert
  • De Niro, sutradara Spike Lee, John Travolta, Sylvester Stallone, Richard Gere, Mel Gibson, Kurt Russell, Susan Sarandon, Ron Howard, Francis Ford Coppola, dan Dana White (2020).

Baca juga: Detik-detik Romi, Sapi Gagah Prabowo Disembelih di Bogor, Wakil Wali Kota Sampai Turun Tangan

Total sudah 40 tahun, Dino berpengalaman dalam dunia diplomasi luar negeri.

Kehidupan keluarganya pun harmonis. Ia menikah dengan seorang dokter gigi bernama Rosa Rai Djalal.

Keduanya dikaruniai 3 anak, Alexa, Keanu, dan Chloe.

Dikenal Sebagai Bapak Diaspora Indonesia

Dino juga dikenal luas sebagai bapak Diaspora Indonesia, mengingat perannya dalam meluncurkan Kongres Diaspora Indonesia Sedunia yang pertama di Los Angeles pada tahun 2012.

Ia juga sebagai pencetus istilah “diaspora Indonesia” serta pencetus Jaringan Diaspora Indonesia ( IDN) di seluruh dunia.

Dino adalah Pemegang Rekor Dunia Guinness untuk ansambel angklung terbesar yang ia selenggarakan pada tahun 2011 di Monumen Nasional di Washington DC.

Dengan lebih dari 375.000 pengikut, Dr. Dino dijuluki sebagai “duta Twitter”.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.