Eks ART Erin Wartia Kabur dari Rumah Majikan dengan Panjat Pagar Rumah, Trauma Dicaci Maki & Diancam
Talitha Daren June 02, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) yang menyeret nama Erin, mantan istri Andre Taulany, kembali menjadi sorotan publik.

Perkembangan terbaru muncul dari pengakuan Nur Rohmah, ART yang masih bekerja di kediaman tersebut sebelum akhirnya memutuskan melarikan diri.

Nur mengaku nekat meninggalkan rumah majikannya demi menghindari tekanan psikologis yang disebut terus ia rasakan.

Demi menyelamatkan diri, ibu satu anak itu bahkan harus memanjat pagar rumah yang tingginya lebih dari dua meter.

Setelah berhasil keluar, ia memilih pulang ke kampung halamannya di Cianjur, Jawa Barat.

Keputusan tersebut diambil setelah dirinya memberikan keterangan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada akhir Mei lalu. 

Didampingi suaminya, Rahmat, Nur mengaku kesaksiannya saat itu diberikan dalam kondisi tertekan.

Ia menyebut diminta untuk hanya menyampaikan hal-hal baik mengenai sang majikan dan menutupi berbagai perlakuan yang menurutnya pernah terjadi.

Nur juga mengklaim adanya tekanan agar tidak mengungkap dugaan kebiasaan melontarkan kata-kata kasar dan caci maki.

Pengakuan tersebut kini menambah perhatian publik terhadap proses penyelidikan kasus yang tengah berjalan.

Baca juga: Sunan Kalijaga Diduga Sindir Erin Wartia Usai Mundur Jadi Pengacaranya, Curhat Soal ART di Rumahnya

Drama Pelarian yang Sempat Gagal

Bagi Nur, aksi memanjat pagar setinggi dua meter itu bukanlah upaya pertama yang dilakukannya. 

Sebelumnya, ia sudah pernah mencoba melarikan diri dari rumah berlantai tiga tersebut karena ogah terseret dalam pusaran konflik hukum antara Erin dan mantan ART terdahulu bernama Herawati. 

Namun, takdir berkata lain pada percobaan pertama itu.

"Akhirnya gagal (kabur), berujung tetap ke Polres," imbuhnya.

Beruntung bagi Nur, aksi pelarian pertamanya yang kandas itu tidak sempat terendus oleh sang majikan. 

Menurut Nur, rahasia pelariannya yang gagal tersebut tertutupi karena faktor keamanan internal rumah.

"Ibu enggak tahu, yang tahu tuh cuma satpam. Satpam nggak bilang kayaknya sama Ibu," tukasnya.

Baca juga: Erin Wartia Bawa Rekaman CCTV saat Diperiksa soal Laporan Eks ART, Tessa Mariska Curigai Rekamannya

Tas Hermes Kelly milik Erin Taulany
KASUS ERIN WARTIA - Mantan ART Erin Wartia kabur dari rumah majikan dengan memanjat pagar rumah (IG @hermes.selebriti dan erintaulany)

Dihantui Trauma Caci Maki

Ketakutan mendalam akan respons murka dari sang pengusaha fesyen tersebut menjadi bahan bakar utama bagi Nur untuk melakukan pelarian kedua yang akhirnya berhasil. 

Nur mengaku tidak sanggup lagi membayangkan tekanan mental yang akan diterimanya andai kata niatnya untuk keluar dari rumah itu ketahuan oleh Erin.

"Ya enggak kebayang dicaci maki lagi kayaknya (kalau ketahuan). Tamat ya. Udah marah banget," beber Nur lagi.

Kini, pelarian nekat Nur Rohmah berpotensi besar membalikkan arah angin penyidikan di Polres Metro Jakarta Selatan. 

Pengakuan adanya paksaan untuk memberikan keterangan palsu ini diyakini akan menjadi batu sandungan baru bagi Erin dalam menyelesaikan kasus hukum yang menjeratnya.

Baca juga: Isyarat Andre Taulany Senang Dijodohkan dengan Ayu Ting Ting, Status Masih Sah dengan Erin Taulany

POLEMIK ERIN DAN MANTAN ART - Kuasa hukum bantah tudingan rampas HP, sebut ponsel diamankan demi privasi rumah.
KASUS ERIN WARTIA - Mantan ART Erin Wartia kabur dari rumah majikan dengan memanjat pagar rumah (Grid.id/Devi Agustiana)

Nur dan Suaminya Diancam, Disebut Buronan Polisi

Diungkapkan Nur yang belakangan memilih kabur dari rumah Erin, ia sempat diancam jika tak mau bersaksi.

"Karena sebelumnya memang ada ancaman-ancaman kayak gitu, semisal kamu jangan ikut campur urusan saya sama Mbak Hera, nanti saya laporin ke polisi. Terus ada ancaman, kamu tahu enggak suami kamu sama kamu itu udah jadi buronan polisi. Jadi takut, disuruh jadi saksi saya juga enggak tahu. Enggak bilang sama sekali," tutur Nur, dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Senin (1/6/2026).

Ia menyebut, bersedia menjadi saksi asalkan bicara jujur.

Namun, pihak Erin dan pengacaranya terus meminta Nur untuk berbohong.

"Sebenarnya saya mau-mau aja asalkan memang jadi saksi yang sesungguhnya. Cuman kan waktu itu mau ke polisi, ibu kayak ada bilang, 'Nanti bilang yang baik-baik ya selama kamu diperlakukan di sini'. Terus ibu bilang, 'kata tolol dan bego dihilangin aja. Jangan bilang kayak gitu'," tandas Nur.

Karena permintaan itu, Nur merasa keberatan.

"Jadi saya nggak bisa terima karena kan kata tolol dan bego itu memang nyata ada. Tapi Ibu Erin minta itu dihilangkan. Jadi saya enggak bisa, saya enggak mau. Jadi saya nggak mau bohong," selorohnya.

Tak hanya oleh Erin, oleh kuasa hukum Erin yang baru pun, Nur diminta untuk berbohong saat bersaksi di hadapan penyidik kepolisian.

"Sebelumnya dari rumah sama Ibu terus kan dibawa ke kantor pengacara. Di situ juga ada bilang sama pengacaranya, 'Iya nanti kalau misalkan ditanya ada katak kasar, bilang aja enggak ada gitu. Terus masalah HP juga bilang aja udah dikembalikan'."

"Tapi saya enggak terima, soalnya kan HP sya masih ditahan. Enggak benar ya, karena itu kebohongan. Saya nggak mau bohong," tukas Nur.

Jadi Saksi di Polres, Nur Dipeluk Kuasa Hukum Erin karena Ketakutan

Saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus penganiayaan oleh Erin ini, Nur terlihat ketakutan.

Ia terlihat menutupi wajah mengenakan masker dan terus menenggelamkan wajahnya dalam pelukan sang kuasa hukum.

Nur tetap bungkam kendati awak media mengerumuninya.

Sementara sang kuasa hukum menegaskan jika kliennya sedang ketakutan.

"Bang, maaf ya, ini ketakutan, Bang. Tolong ya. Bisa tolong dingertikan ya. Dia orangnya ketakutan. Nanti segala sesuatunya akan kita jelaskan nanti ya. Jadi tolong ya, tolong ya," pinta pria berkacamata itu sembari memeluk Nur dengan tangan kirinya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (29/5/2026).

Selesai diperiksa, keduanya masih kompak bungkam.

Nur tetap tertunduk dan bergegas masuk ke mobil.

Pengacaranya pun memilih tetap diam sembari menutup pintu mobil.

Kasus ini bermula dari aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin terhadap mantan ARTnya, Herawati.

Hera mengaku menerima sederet kekerasan mulai dari kepalanya dipukul sapu hingga ditendang.

Akibat itu, ia pun melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan, 29 April 2026 lalu.

(TribunTrends.com/TribunSumsel.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.