Jakarta (ANTARA) - Satgas Haji melalui Polri memperkuat perlindungan jamaah Indonesia melalui peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjelang akhir musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Penguatan itu melalui diskusi antara Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dengan perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi pada Senin (1/6) terkait pelaksanaan tata kelola haji dan peningkatan kerja sama.
"Penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dikutip dari keterangan di Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, kata dia, kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, khususnya dalam mendukung pengamanan, perlindungan warga negara, pertukaran pengalaman serta peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji.
Penguatan kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola dan pengamanan penyelenggaraan ibadah haji.
"Langkah ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan jemaah Indonesia mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke tanah air," kata Johnny.
Selain itu, kedua pihak juga berdiskusi mengenai berbagai pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan keamanan serta pelayanan jamaah.
Pengalaman Arab Saudi dalam mengelola jutaan jamaah dari berbagai negara dengan dukungan teknologi modern dinilai menjadi referensi yang berharga bagi peningkatan kualitas pengelolaan kegiatan berskala besar di masa mendatang.
Di sisi lain, Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni mengapresiasi atas hubungan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi.
Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menjadi salah satu negara yang menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kelancaran pelayanan jamaah.
Selain itu, pihak PSS juga menilai pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan dengan baik berkat optimalisasi personel, penguatan koordinasi serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pengamanan dan pelayanan jamaah.





