SERAMBINEWS.COM – Aksi kriminalitas dengan modus manipulasi digital kembali memakan korban.
Seorang remaja di bawah umur berinisial R (17) nekat melancarkan aksi penipuan yang menyasar puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Bogor hingga Depok.
Pelaku sengaja mengendarai mobil mewah Mercedes-Benz dan Toyota Fortuner pinjaman agar mulus mengelabui para operator.
Namun, pelarian R akhirnya terhenti setelah aparat kepolisian menyergapnya di sebuah SPBU di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kendaraan mewah yang digunakan oleh R untuk melancarkan aksinya sama sekali bukan milik pribadi.
Remaja tersebut meminjam mobil-mobil itu dari rekannya tanpa membeberkan tujuan yang sebenarnya.
Baca juga: Sindikat Penipuan Kripto Pakai Eks Artis untuk Memikat Korban, Tampil Saat Video Call
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian, R diketahui bergerak sendiri dan tidak terafiliasi dengan jaringan kriminal atau sindikat mana pun.
Trik penyamaran pelaku tidak hanya mengandalkan kendaraan mewah.
Saat beraksi di salah satu titik SPBU di wilayah Bogor Kota, remaja 17 tahun ini bahkan nekat menyamar dengan mengenakan pakaian seragam sekolah demi mengelabui kecurigaan petugas.
"Bahkan dia nyamar pakai pakaian seragam sekolah waktu yang di Bogor Kota," ujar Edison.
Siasat R pertama kali terendus setelah seorang operator SPBU melaporkan adanya indikasi penipuan yang terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026.
Dilansir dari Kompas.com, Selasa (2/6/2026), kala itu, pelaku yang datang mengendarai Mercedes-Benz memanfaatkan fasilitas layanan di pom bensin yang menyediakan pengisian bahan bakar sekaligus fitur tarik tunai pada malam hari.
Menurut Kompol Edison, pelaku sempat sukses dan lolos dalam dua aksi awalnya.
"Pertama di tanggal 19 menggunakan mobil Mercy malam hari dan sudah dua kali lolos, modusnya tarik tunai, kalau di pom bensin bisa sekalian isi bensin dan tarik tunai," ujar Edison.
Baca juga: Bos Hanania Travel Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Umrah, Kerugian Korban Capai Belasan Miliar Rupiah
Modus yang digunakan, R menunjukkan sebuah bukti transfer bank melalui ponselnya yang telah dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga sekilas terlihat seolah-olah dana dari rekeningnya sudah berhasil terkirim ke rekening tujuan SPBU.
Operator saat itu tidak langsung memeriksa mutasi rekening secara real-time.
Mereka baru menyadari bahwa mereka telah ditipu setelah kendaraan mewah pelaku melaju meninggalkan lokasi.
"Dia sudah berulang kali melakukan transaksi seperti itu," imbuh Edison.
Lolos dari dua aksi sebelumnya, R kembali mencoba peruntungan dengan modus yang sama.
Namun pada aksi berikutnya, ia datang dengan mengemudikan Toyota Fortuner yang telah dipasangi pelat nomor polisi palsu.
Namun operator SPBU yang sudah mengetahui aksi pelaku dari kejadian sebelumnya langsung sigap menghubungi pihak berwajib.
"Operator (SPBU) telepon ke kita, kita langsung ke lokasi, intai, begitu transaksi, kita sergap. Kita tanya pelat nomor, ternyata palsu, dan mobilnya mobil pinjam," tegas Edison.
Pelaku akhirnya ditangkap polisi di sebuah SPBU di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (30/5/2026).
Dalam penangkapan tersebut, petugas kepolisian langsung mengamankan R bersama barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Fortuner pinjaman serta pelat nomor palsu yang digunakannya.
Baca juga: Kurang dari 24 Jam, Polres Aceh Jaya Tangkap Pelaku Penipuan Emas Rp67,2 Juta
Dari rekam jejak pengakuannya, R total telah menggasak sekitar 10 SPBU di berbagai wilayah.
Peta persebaran aksinya meliputi lima lokasi di Cileungsi, dua titik di Jonggol, serta masing-masing satu titik di Kota Bogor, Leuwiliang, dan Depok.
Hingga saat ini, nilai kerugian materiil yang tercatat secara resmi dalam laporan kepolisian baru mencapai Rp 2 juta, yang bersumber dari kasus di SPBU Jalan Raya Narogong.
Kendati demikian, angka tersebut dipastikan belum final.
"Kerugian yang kita tangani sekarang yang ada di laporan kita Rp 2 juta yaitu yang di pom bensin di Jalan Narogong. Yang lainnya mungkin menyusul, mereka antri buat laporan," tutup Edison.
Pihak Polsek Cileungsi memprediksi jumlah pengelola SPBU yang menjadi korban serta total nilai kerugian akan terus bertambah seiring dibukanya posko laporan bagi para korban lainnya.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)