- Mantan rival Presiden RI Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Anies Baswedan membela mantan diplomat RI Dino Patti Djalal.
Diketahui Dino Patti Djalal sebelumnya mengkritik habis-habisan kunjungan kerja (Kunker) luar negeri Prabowo Subianto dan rombongan yang cenderung masif selama 1,5 tahun terakhir.
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu menilai dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri.
Dia mencatat selama menjabat presiden, Prabowo menghabiskan 1 dari total 6 harinya di luar negeri.
Usai kritik pedas tersebut, Dino Patti Djalal mendapat serangan dari sejumlah netizen pro Prabowo hingga sejumlah menteri bahkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Anies Baswedan pun kemudian pasang badan untuk Dino Patti Djalal.
Anies mengaku mengenal dekat mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Bahkan Anies mengetahui Dino Patti Djalal sejak mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sedari saat itu, Anies kagum dengan Dino Patti Djalal yang tampil sebagai diplomat muda Indonesia di BBC World Debate London, Inggris.
Saat itu Dino Patti Djalal disebut tampil gemilang menjaga nama baik Indonesia yang tengah disudutkan.
“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia,”
“Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal,” jelasnya.
Hingga beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh program PhD di Illinois, Amerika Serikat (AS) Anies berjumpa langsung dengan Dino Patti Djalal.
Saat itu Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11.
Kesan pertama Anies saat itu, Dino Patti Djalal adalah seorang diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru.
“Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia,”
“Saya termasuk yang ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yang ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global,” jelasnya.
Maka bagi Anies, Dino Patti Djalal adalah seorang diplomat yang menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas.
Anies juga menyanjung Dino Patti Djalal dengan menyebutnya bukan diplomat karbitan.
“Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” pungkasnya.
(*)
# Dino Patti Djalal # Sekretaris Kabinet # Teddy Indra Wijaya # seskab # Anies Baswedan