- Serangan balasan Iran membuat sejumlah fasilitas militer dan aset AS mengalami kerusakan parah sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026.
Tercatat setidaknya 20 pangkalan militer AS mengalami kerusakan akibat serangan drone dan rudal Iran.
Adapun puluhan pangkalan militer AS yang terdampak tersebut tersebar di sejumlah negara di Timur Tengah.
Data tersebut diungkap melalui citra satelit pada Senin (1/6).
Teheran menargetkan pangkalan-pangkalan AS dan fasilitas militer bersama sebagai bentuk serangan balasan.
Selama perang yang berlangsung tiga bulan, AS disebut mengalami kerugian yang signifikan.
Pasalnya, drone dan rudal Iran dilaporkan berhasil merusak 20 pangkalan militer AS.
Puluhan pangkalan militer AS tersebut tersebar di delapan negara di Timur Tengah.
Di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman.
Selain pangkalan militer, AS juga mengalami kerusakan pada sistem pertahanan udara canggih, pesawat pengisian bahan bakar, dan radar.
Data dari citra satelit tersebut terungkap ketika Gedung Putih berulang kali menyatakan bahwa kemampuan militer Iran sebagian besar telah musnah.
Namun, para analis berpendapat bahwa kerusakan pada fasilitas AS menunjukkan serangan balasan Iran memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
(*)
# Amerika Serikat # iran # pangkalan militer # irgc