TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU – Kondisi ruas jalan dan jembatan menuju Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan.
Hingga kini, akses darat yang menjadi urat nadi masyarakat di wilayah tersebut masih mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh.
Warga setempat mengaku telah puluhan tahun menghadapi kesulitan akibat buruknya infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Embaloh Hilir dengan ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Putussibau.
Putra, salah seorang warga, mengatakan masyarakat sudah hampir tiga dekade merasakan pahitnya kondisi akses darat yang jauh dari kata layak.
Baca juga: Habiskan Anggaran 174 Miliar, Gedung SATAP Kapuas Hulu Dihuni 5 OPD Strategis serta Bupati & Wakil
Bahkan, untuk menjaga jalan tetap bisa dilalui, warga kerap bergotong royong menggunakan dana pribadi.
"Sudah hampir 30 tahun masyarakat Embaloh Hilir menghadapi kondisi seperti ini"
"Kami hanya bisa swadaya membeli kayu untuk menahan lumpur agar jalan masih bisa dilewati," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa 2 Juni 2026.
Tak hanya jalan yang rusak, sejumlah jembatan di jalur tersebut juga berada dalam kondisi memprihatinkan.
Beberapa di antaranya disebut hanya bertahan dengan satu tiang penyangga dan dinilai tidak lagi aman untuk digunakan masyarakat.
Menurut Putra, kondisi tersebut sangat ironis mengingat Indonesia telah memasuki usia kemerdekaan ke-80 dan Kota Putussibau merayakan hari jadinya yang ke-131.
Baca juga: Sering Makan Korban! Tikungan Mungguk Klansen Mentebah Kapuas Hulu Diminta Segera Ditata Ulang
"Sudah 80 tahun Indonesia merdeka dan Putussibau berusia 131 tahun, tetapi Embaloh masih seperti hidup di era 2000 tanpa akses darat yang memadai," ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengakui bahwa kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Embaloh Hilir, memang membutuhkan perhatian serius.
Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp480 miliar.
"Efisiensi anggaran ini membuat pemerintah daerah sangat terbatas dalam menangani pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan," jelas Fransiskus Diaan.
Ia menyebutkan, selain Embaloh Hilir, Kecamatan Silat Hulu juga menjadi wilayah yang memiliki banyak titik kerusakan jalan dan jembatan yang memerlukan penanganan segera.
Menurutnya, pembangunan akses menuju Embaloh Hilir membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga tidak dapat diselesaikan sekaligus dalam waktu singkat.
Meski demikian, pemerintah daerah mengaku tetap berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
"Saat ini Pemda Kapuas Hulu sudah berupaya membuka jalan sesuai kemampuan anggaran yang ada. Untuk akses menuju Kecamatan Embaloh Hilir, tahun ini baru bisa kita tangani sampai ke wilayah Ujung Bayur," ungkapnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di Embaloh Hilir dapat menjadi prioritas pemerintah.
Jalan dan jembatan yang layak dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mempercepat konektivitas masyarakat dengan pusat pemerintahan di Putussibau.