TRIBUNTRENDS.COM - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial RR (26) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga rekan kerjanya di sebuah rumah di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Korban diketahui merupakan perempuan asal Garut yang bekerja di rumah tersebut bersama sejumlah ART lainnya.
Peristiwa ini diduga berawal dari hilangnya charger jam tangan milik majikan yang kemudian memicu pertanyaan kepada para pekerja rumah tangga.
Saat itu, korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut. Jawaban itu diduga menimbulkan ketidakpuasan dari tiga rekan kerjanya hingga berujung pada tindakan kekerasan.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan adanya kejanggalan pada kondisi tubuh korban.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan ulang di rumah sakit setelah mendapat informasi dari RT, RW, dan petugas keamanan setempat.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi bahwa kematian korban tidak wajar.
Peristiwa tersebut terjadi pada 26 Mei 2026 saat majikan korban hendak bepergian ke luar kota.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.
Baca juga: Terungkap Alasan Erin Wartia Sita Hp ART-nya, Diduga Foto & Video Rumahnya Disebarkan di FB Pro
Edison menjelaskan, peristiwa itu bermula saat majikan korban hendak pergi ke luar kota pada 26 Mei 2026.
Saat itu, majikan menanyakan charger jam tangan kepada para ART di rumah tersebut.
Korban mengaku tidak mengetahui keberadaan charger tersebut.
Jawaban korban diduga membuat tiga rekan kerjanya kesal.
Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026), korban diduga menjadi sasaran perundungan oleh tiga sesama ART.
"Kata si tiga temannya tuh coba ada di mana kabelnya, kata si korban di sana, enggak ada, di sini, enggak ada. Karena kesal, si korban ini disuruh buka baju kemudian, buka celana, jadi hanya pakai dalaman saja," ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, Senin (1/6/2026).
Korban dianiaya bergantian di kamar atas
Polisi menyebut, korban mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga penganiayaan fisik dari tiga pelaku.
Penganiayaan itu diduga dilakukan secara bergantian di kamar bagian atas rumah tersebut.
"Begitu kita dalami interogasinya terus, akhirnya mengaku bahwa korban ini dilakukan perundungan oleh tiga orang sesama ART lainnya di kamar atas," katanya.
Korban kemudian dibawa ke kamar mandi.
Di tempat itu, korban disiram air panas bersuhu tinggi hingga kulitnya melepuh.
Saat korban berteriak kesakitan, para pelaku diduga kembali melakukan kekerasan fisik.
Korban disebut dipukul menggunakan tabung kaleng obat nyamuk dan sapu.
Kondisi korban melemah hingga meninggal
Setelah penganiayaan itu, para pelaku membawa korban ke kamar ART.
Kondisi korban disebut sudah tidak berdaya setelah mengalami kekerasan tersebut.
Edison mengatakan, kondisi korban mulai melemah pada 28 Mei 2026.
Kondisi itu semakin memburuk pada 29 Mei 2026.
Korban akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
"Di tanggal 28 dia mulai lemah, tanggal 29 dia lemah sekali, 30 lah itu dia meninggal di jam 19.30, barulah mereka ngasih tau ke bosnya bahwa ini sudah meninggal," katanya.
Baca juga: Sunan Kalijaga Diduga Sindir Erin Wartia Usai Mundur Jadi Pengacaranya, Curhat Soal ART di Rumahnya
Setelah korban meninggal, polisi melakukan pendalaman terhadap salah satu pelaku yang juga bekerja sebagai ART di rumah tersebut.
Namun, pelaku sempat memberikan keterangan berbeda kepada polisi.
Pelaku awalnya menyebut korban meninggal setelah terjatuh dan tersiram air panas.
Polisi tidak langsung percaya dengan keterangan tersebut.
Penyidik kemudian terus melakukan interogasi hingga dugaan penganiayaan terhadap korban akhirnya terungkap.
Edison mengatakan, majikan korban tidak mengetahui peristiwa penganiayaan tersebut karena sedang berada di luar kota.
Majikan baru mendapat kabar setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
"Majikannya tidak tahu sama sekali, ada di luar kota. Bosnya telepon ke RT/RW dan security untuk dibawakan ambulans, kemudian (korban) dibawa ke rumah sakit," katanya.
Setelah mendapat laporan, RT/RW dan petugas keamanan membantu membawa korban ke rumah sakit.
Dari pemeriksaan awal dan informasi warga sekitar, polisi menemukan adanya tanda-tanda tidak wajar pada tubuh korban.
Saat ini, tiga ART yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap RR telah diamankan di Mapolsek Cileungsi.
Ketiganya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Polisi mendalami peran masing-masing pelaku dalam dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban diduga mengalami kekerasan setelah persoalan charger milik majikan yang hilang.
Hingga kini, polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk melengkapi proses hukum terhadap para pelaku.
(TribunTrends.com/Kompas.com)