TRIBUNNEWS.COM - Timnas Putri Indonesia dipastikan menjalani dua pertandingan FIFA Women’s Matchday Juni 2026 tanpa kehadiran penonton di stadion.
Meski begitu, atmosfer persaingan tetap diprediksi berlangsung panas saat Garuda Pertiwi menghadapi Singapura dan Kamboja di Stadion Arcamanik, Bandung.
Keputusan laga digelar tertutup diumumkan langsung oleh anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani.
Menurutnya, pertandingan tidak membuka penjualan tiket karena pertimbangan keamanan serta keterbatasan fasilitas penunjang di stadion.
"Kedua pertandingan Timnas Putri tidak menjual ataupun membuka penjualan tiket karena keterbatasan fasilitas penunjang keamanan."
"Garuda Fans tetap dapat menyaksikan secara langsung melalui tayangan live di Vidio, Indosiar atau FIFA+," ujar Vivin, Senin (1/6/2026), dikutip dari laman Kita Garuda.
Meski dimainkan tanpa penonton, dua laga ini tetap memiliki arti penting bagi perkembangan Timnas Putri Indonesia.
Selain menjadi bagian dari agenda FIFA Women’s Matchday, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan bagi skuad asuhan Satoru Mochizuki untuk menjaga tren positif.
Sebelumnya, Timnas Putri Indonesia tampil cukup menjanjikan dalam FIFA Women’s Series di Thailand pada April lalu dengan menang 4-2 atas New Caledonia.
Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi tim sebelum menghadapi Singapura dan Kamboja di Bandung.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada Rabu, 3 Juni 2026 pukul 19.00 WIB. Setelah itu, Garuda Pertiwi akan melawan Kamboja pada Selasa, 9 Juni 2026 pukul 15.30 WIB.
Pelatih Satoru Mochizuki sendiri telah menetapkan 29 pemain untuk mengikuti agenda FIFA Women’s Matchday kali ini. Komposisi skuad memadukan pemain senior, talenta muda, hingga pemain diaspora yang saat ini berkarier di luar negeri.
Beberapa nama seperti Estella Loupatty yang bermain untuk Torres Calcio serta Felicia de Zeeuw dari ADO Den Haag kembali mendapat kepercayaan memperkuat tim.
Kehadiran pemain-pemain diaspora tersebut diharapkan dapat menambah kualitas permainan sekaligus memberi pengalaman internasional bagi skuad Garuda Pertiwi.
Di lini belakang, Indonesia masih mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior seperti Gea Yumanda, Safira Ika, hingga Vivi Oktavia Riski.
Sementara di lini tengah, Isa Warps kembali menjadi motor permainan tim. Gelandang yang dikenal memiliki visi bermain dan distribusi bola baik itu diproyeksikan menjadi pengatur tempo permainan Indonesia.
Selain Isa, lini tengah juga diperkuat Helsya Maeisyaroh, Felicia de Zeeuw, hingga Katarina Stalin yang kembali masuk skuad.
Untuk lini depan, Indonesia membawa sejumlah nama seperti Reva Oktaviani, Estella Loupatty, dan Marsela Yuliana Awi guna menambah daya gedor tim.
Meski tanpa dukungan langsung suporter di stadion, Garuda Pertiwi tetap diharapkan mampu menunjukkan perkembangan permainan serta menjaga momentum positif menuju agenda internasional berikutnya.
Rabu, 3 Juni 2026
Selasa, 9 Juni 2026
Siaran langsung: Indosiar, Vidio, dan FIFA+
Kiper:
Iris de Rouw, Gadhiza Asnanza, Alleana Ayu Arumy
Belakang:
Pauline Van De Pol, Noa Leatomu, Gea Yumanda, Emily Nahon, Safira Ika, Remini Rumbewas, Vivi Oktavia Riski, Allya Putri Afianti, Isabel Kopp
Tengah:
Rosdilah Siti Nurrohmah, Isa Warps, Felicia de Zeeuw, Auliah Arifah, Viny Silfianus, Helsya Maeisyaroh, Sheva Imut, Katarina Stalin, Isabelle Nottet
Depan:
Estella Loupatty, Shifana Rizka Nadhifa, Marsela Yuliana Awi, Reva Oktaviani, Aulia Al Mabruroh
(Tribunnews.com/Tio)