SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Info terbaru bagi pendaki dan wisatawan yang akan melakukan pendakian ke Gunung Ijen.
Kini pembelian tiket untuk kunjungan dan pendakian ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dilakukan melalui aplikasi.
Pembelian tiket pendakian TWA Ijen kini bisa dilakukan via Aplikasi dan Website "Ayo Ke Taman Nasional".
Sebelumnya, pembelian tiket online dilakukan di laman BBKSDA Jatim.
Penelusuran Selasa (2/6/2026), laman tersebut sudah tak menyediakan penjualan tiket.
Pengunjung laman akan dialihkan ke website ayoketamannasional.kehutanan.go.id.
Baca juga: Wisatawan di Banyuwangi Disuguhkan Minuman dan Kudapan Lokal: Tambah Experience
Kepala BBKSDA Jatim Nur Patria Kurniawan mengatakan, pemindahan pembelian tiket melalui aplikasi merupakan salah satu upaya digitalisasi layanan pariwisata.
Aplikasi "Ayo Ke Taman Nasional" telah diujicobakan sejak 13 Mei 2026.
Aplikasi ini nantinya akan diluncurkan secara resmi pada 5 Juni 2026 di TWA Kawah Ijen dan TN Alas Purwo Banyuwangi.
Menurut Nur Patria, pembelian via aplikasi diharapkan bisa memudahkan wisatawan untuk membeli dan membayar tiket.
Lewat aplikasi tersebut, data pengunjung bisa tercatat secara digital.
Di sisi lain, aplikasi itu juga diharapkan dapat mengoptimalisasi dan mentransparansikan penerimaan negara bukan pajak dari sektor wisata alam.
Ia menekankan, syarat-syarat pendakian Ijen tetap berlaku meski cara pembelian tiketnya berbeda.
Syarat yang dimaksud, antara lain, surat sehat.
Baca juga: Ijen Geopark Banyuwangi Simpan Paku Pohon Prasejarah Sejak 65 Juta Tahun Lalu
Selain unsur digitalisasi yang bertujuan bagi transparansi, akses pembelian tiket melalui aplikasi dan website 'Ayo Ke Taman Nasional' juga akan mengkoneksikan data pengunjung di semua Taman Nasional.
"Wisatawan yang mendaftar di aplikasi nantinya akan mendapatkan ID TN. Akun tersebut bisa digunakan untuk mendaftar kunjungan taman nasional di seluruh Indonesia," kata Nur Patria, Selasa (2/6/2026).
Dengan terdatanya secara digital para pengunjung, pihak taman nasional memungkinkan memiliki data seluruh wisatawan di seluruh tanam nasional.
Dampaknya, para pendaki yang di-backlist di satu taman nasional juga akan di-backlist di taman nasional yang lain.
"Wisatawan (yang di-backlist) akan otomatis tertolak ketika melakukan pendaftaran tiket masuk (di taman nasinal lain)," ujarnya.