Rumah Amal USK Salurkan Ribuan Daging Qurban, Jangkau Korban Banjir di Empat Kabupaten Aceh
IKL June 02, 2026 07:22 PM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan sebanyak 2.616 tumpuk daging qurban melalui Program Qurban 1447 H bertema “Green Qurban: Sehati – Sehat, Halal, Aman, Tepat Sasaran, dan Istimewa”. 

Program tersebut menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah Aceh, termasuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.

Infografis Sebaran Hewan Qurban Rumah Amal USK
Infografis Sebaran Hewan Qurban Rumah Amal USK (for serambinews)

Selain masyarakat terdampak bencana, penerima manfaat juga meliputi petugas kebersihan, tenaga keamanan kampus, relawan, dan masyarakat desa yang minim pelaksanaan qurban.

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dipusatkan di Masjid Jamik USK, Banda Aceh, Kamis (28/5/2026), dipimpin langsung oleh Rektor USK, Prof Mirza Tabrani, SE, MBA, DBA, bersama jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, mahasiswa, relawan, dan pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK.

Sebanyak 21 ekor hewan qurban terdiri atas 11 sapi dan 10 kambing disembelih untuk 852 penerima manfaat di lingkungan kampus USK.

“Iduladha mengajarkan kita tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Qurban ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar USK kepada sesama, khususnya kepada para petugas keamanan dan petugas kebersihan yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung aktivitas kampus setiap harinya,” ujar Prof Mirza.

Program ini juga mengusung konsep Green Qurban dengan penggunaan daun jati dan totebag ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai. 

Seluruh proses penyembelihan melibatkan Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat serta Tim Supervisi Pemeriksaan dan Penyembelihan Hewan Qurban (SPPHQ) guna memastikan standar syariat, higienitas, dan keamanan pangan.

Selain pelaksanaan di kampus, Rumah Amal USK juga menghimpun 24 hewan qurban yang terdiri atas 12 sapi dan 12 kambing dari sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat umum untuk disalurkan ke daerah terdampak banjir.

Relawan Rumah Amal USK menyerahkan daging qurban kepada masyarakat di Gampong Simpang, Kecamatan Juli, Bireuen.
Relawan Rumah Amal USK menyerahkan daging qurban kepada masyarakat di Gampong Simpang, Kecamatan Juli, Bireuen. (for serambinews)

Dari proses tersebut, sebanyak 1.564 tumpuk daging qurban berhasil didistribusikan ke 15 titik penyaluran di empat kabupaten.

Di Kabupaten Pidie Jaya, distribusi menjangkau enam titik dengan total 286 tumpuk daging qurban. 

Gampong Dayah Usen menerima distribusi terbesar sebanyak 107 tumpuk yang berasal dari penyembelihan dua ekor sapi dan satu kambing langsung di lokasi oleh tim USK.

Lima titik lainnya meliputi Gampong Meunasah Mancang sebanyak 80 tumpuk, Mesjid Tuha 52 tumpuk, Blang Awe 17 tumpuk, serta Meunasah Bie dan Meunasah Raya masing-masing 15 tumpuk.

Kabupaten Bireuen menjadi wilayah dengan distribusi terbesar, yakni 647 tumpuk daging qurban yang disalurkan ke empat desa terdampak banjir. 

Blang Panjoe menerima 260 tumpuk, Jarommah Baroh 187 tumpuk, Pulo Reudeup 130 tumpuk, dan Simpang Mulia 70 tumpuk.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 131 tumpuk daging qurban disalurkan kepada masyarakat Jamat, Kecamatan Atu Lintang.

Adapun di Kabupaten Aceh Tamiang, distribusi menjangkau empat titik dengan total 500 tumpuk. Kampung Air Tenang menerima 140 tumpuk, sedangkan Mushola Babussa’adah Tanah Terban, Kampung Babo, dan Pengidam masing-masing menerima 120 tumpuk.

Keuchik Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Masykur, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima warganya.

“Alhamdulillah, kami mewakili seluruh masyarakat Gampong Blang Awe mengucapkan terima kasih kepada para shohibul qurban dan Rumah Amal USK atas bantuan qurban yang telah diberikan. Daging qurban ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, kehadiran Rumah Amal USK juga menjadi momentum monitoring pembangunan Meunasah USK yang dibangun sebagai pusat ibadah dan kegiatan masyarakat pascabanjir.

Rumah Amal USK Salurkan Ribuan Daging Qurban
(for serambinews)

Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Heru Fahlevi dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Rina Suryani Oktari, dan Penanggung Jawab Rumah Amal USK sekaligus Imum Syiek Masjid Jamik USK, Prof Dr Mustanir Yahya, M.Sc, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

“Kehadiran USK dan Rumah Amal Masjid Jamik USK menjadi dukungan moril yang sangat berarti bagi masyarakat kami, terutama setelah menghadapi musibah banjir,” ujar Keuchik Gampong Dayah Usen, Zulbahri

Program qurban tahun ini juga mendapat dukungan internasional melalui kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan Emirates Red Crescent dari Uni Emirat Arab. Sebanyak 200 paket daging qurban disalurkan kepada pegawai USK yang membutuhkan serta masyarakat di sekitar kawasan kampus.

Program Green Qurban 1447 H juga menjadi bagian dari komitmen USK terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan dan SDG 17 tentang kemitraan.

Baca juga: 1.916 Warga Korban Bencana Terima Kurban dari Rumah Amal USK, Sembelih 44 Hewan Kurban

Rumah Amal Masjid Jamik USK turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang mendukung pelaksanaan program, di antaranya Universitas Syiah Kuala, Rumah Amal Salman ITB, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh Syariah (BAS), Bank Syariah Nasional (BSN), Maybank, PT PEMA, Tim SPPHQ, LDF Ash Shihah, serta LDK Masjid USK.

Rumah Amal USK Salurkan Ribuan Daging Qurban
(for serambinews)

Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan Bakri, mengatakan program ini diharapkan tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

“Melalui Green Qurban, kami ingin mengajak masyarakat menjalankan ibadah qurban yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Rumah Amal USK berkomitmen agar qurban tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.