Kehebatan Dino Patti Djalal Sempat Diakui Prabowo Subianto
Desy Selviany June 02, 2026 08:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Nama mantan diplomat RI Dino Patti Djalal menjadi sorotan usai melayangkan kritik tajam terhadap kunjungan kerja luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto. 

Dino Patti Djalal mengkritisi perjalanan Kunker luar negeri Prabowo yang cukup sering meskipun baru 1,5 tahun menjabat sebagai Presiden RI. 

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu menilai dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri.

Dia mencatat selama menjabat presiden, Prabowo menghabiskan 1 dari total 6 harinya di luar negeri.

Usai kritik pedas tersebut, Dino Patti Djalal mendapat serangan dari sejumlah netizen pro Prabowo hingga sejumlah menteri bahkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Bahkan Teddy Indra Wijaya sempat menyerang pribadi Dino Patti Djalal dengan menyinggung soal jabatan sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI yang hanya mencapai 3 bulan. 

Namun bagaimana rekam jejak Dino Patti Djalal?

Ternyata karir Dino Patti Djalal di bidang diplomasi cukup diperhitungkan di Indonesia.

Bahkan kepiawaian diplomasi Dino Patti Djalal sempat diakui oleh Presiden RI Prabowo Subianto. 

Hal itu dapat dilihat dari penganugerahan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk Dino Patti Djalal.

Penghargaan ini diberikan atas jasa Dino dalam bidang diplomasi dan hubungan internasional, melalui perannya sebagai diplomat, promotor diaspora Indonesia, serta pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

Bintang Mahaputera Adipradana diserahkan langsung oleh Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI pada 25 Agustus 2025. 

Baca juga: Anies Baswedan Sanjung Dino Patti Djalal Sebut Bukan Diplomat Karbitan

Bintang Mahaputera Adipradana adalah tanda kehormatan kelas kedua dari Bintang Mahaputera, yakni penghargaan tertinggi kedua di Indonesia setelah Bintang Republik Indonesia. 

Penghargaan ini diberikan oleh Presiden kepada tokoh-tokoh yang berjasa sangat luar biasa dalam menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sementara itu dalam websitenya, Dino Patti Djalal pun menuliskan rekam jejaknya di bidang diplomasi Indonesia. 

Pria kelahiran Belgrade, Yugoslavia pada 10 September 1965 itu pernah tinggal di Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, dan Vancouver. 

Sebagai seorang diplomat, ia juga melanglang buana ke berbagai belahan dunia mulai dari ditempatkan di London, Dili, dan Washington DC.

Dino Patti Djalal bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia pada tahun 1987. Ia dengan cepat menapaki karier, dengan penugasan di London, Dili, dan Washington DC. 

Ia mendapatkan sorotan nasional ketika menjadi juru bicara Pemerintah Indonesia dalam referendum PBB di Timor Timur pada tahun 1999. 

Pada tahun 2002, ia diangkat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara.

Puncak karirnya pada Juni 2014, Dino diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, hingga Oktober tahun itu. 

Sesaat setelah berhenti menjabat Wamenlu, Dino pensiun dari Pemerintah Indonesia pada pertengahan 2015.

Namun demikian di luar pemerintahan, Dino tetap punya kontribusi pada bidang diplomasi Indonesia.

Pada tahun 2015, Dr. Dino mendirikan Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI). 

Dalam waktu singkat, FPCI telah menjadi komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 100.000 orang dalam jaringannya.

Dino adalah pemegang Rekor Dunia Guinness untuk ansambel angklung terbesar, yang ia selenggarakan pada tahun 2011 di Monumen Nasional di Washington DC. 

Dengan lebih dari 375.000 pengikut, Dr. Dino dijuluki sebagai "duta Twitter".

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.