Lewat Pelatihan Teknisi AC di Padang, Harapan Baru Mantan Napiter untuk Reintegrasi Sosial
Rezi Azwar June 02, 2026 08:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Program pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk mendapat respons positif dari para mantan narapidana terorisme (napiter) yang menjadi peserta.

Bagi mereka, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang untuk membangun usaha mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah seorang peserta, Muhammad Rofik (39) asal Jambi, mengaku mengikuti pelatihan tersebut karena ingin menambah keterampilan sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

Saat ini, Rofik mengaku masih menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kadang saya jadi ojek online, kadang jualan bakso tusuk. Apa saja yang bisa menghasilkan uang saya kerjakan. Makanya saya tertarik ikut pelatihan ini agar bisa punya usaha mandiri," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (2/6/2026).

Berharap Bisa Membuka Lapangan Kerja

IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). Pelatihan yang diikuti 29 mantan narapidana terorisme dan mantan jaringan terorisme dari Sumbar, Sumut, Jambi, dan Riau tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan kerja serta mendukung reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi peserta.
IKUTI PELATIHAN- Peserta mengikuti pelatihan teknisi AC yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk di BBPPKS Padang, Selasa (2/6/2026). Pelatihan yang diikuti 29 mantan narapidana terorisme dan mantan jaringan terorisme dari Sumbar, Sumut, Jambi, dan Riau tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan kerja serta mendukung reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi peserta. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Rofik mengatakan, jika nantinya berhasil mengembangkan usaha di bidang servis dan perawatan AC, ia ingin membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

"Kalau usaha ini berhasil, saya ingin merekrut orang lain sehingga bisa bermanfaat juga untuk masyarakat," katanya.

Ia mengaku telah kembali ke masyarakat sejak Mei 2025. Selama hampir setahun terakhir, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membangun kembali kehidupan sosial dan ekonomi setelah bebas.

Baca juga: Pesan Menohok Wabup Yulian Efi di Harlah Pancasila 2026: Jangan Cuma Jadi Hiasan di Dinding Kantor

Menurutnya, mencari pekerjaan tidak selalu mudah karena harus memulai dari awal dan membuktikan diri kepada lingkungan sekitar.

Meski demikian, ia bersyukur penerimaan masyarakat di daerahnya berjalan baik.

"Alhamdulillah masyarakat menerima dengan baik. Kami juga dibantu Densus 88 dan perangkat desa yang menjembatani komunikasi dengan masyarakat sehingga tidak ada jarak antara kami dengan warga," ungkapnya.

Rofik menilai pelatihan teknisi AC menjadi peluang yang sangat berharga karena sesuai dengan minatnya di bidang elektronik.

Selama ini, ia mengaku belajar secara otodidak memperbaiki berbagai perangkat elektronik seperti kulkas hingga telepon genggam.

"Ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya. Semua orang juga mulai dari nol. Yang penting ada kemauan untuk belajar," ujarnya.

Alumni Pelatihan Rasakan Dampak Ekonomi

Sementara itu, mantan peserta pelatihan teknisi AC tahun sebelumnya, Zulkhadri Hasan (40), mengaku merasakan langsung manfaat program yang digelar Densus 88 dan Astra.

Ia mengikuti pelatihan serupa pada Juni 2025 di Palembang.

Menurut Zulkhadri, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi peserta yang sebelumnya tidak memiliki dasar di bidang elektronika maupun pendingin ruangan.

"Hasil pelatihan ini luar biasa. Kita yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang elektronik dan AC jadi mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Selain itu juga menambah relasi dan peluang pemasukan untuk keluarga," katanya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, Zulkhadri mulai merintis usaha jasa servis AC secara mandiri.

Meski pekerjaan tersebut tidak selalu ada setiap hari, ia mengaku pendapatan tambahan dari usaha tersebut cukup membantu kebutuhan keluarga.

Baca juga: 29 Eks Napiter dari 4 Provinsi Ikuti Pelatihan Teknisi AC di Padang, Densus 88 Gandeng Astra

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah dan berbagai pihak terkait, termasuk bantuan peralatan kerja sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan modal besar pada tahap awal.

"Kita hanya perlu modal kemauan. Setelah pelatihan juga masih dibina dan diawasi sehingga lebih percaya diri menjalankan usaha," ujarnya.

Bantu Reintegrasi Sosial Mantan Napiter

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri bersama PT Astra International Tbk menggelar pelatihan teknisi AC bagi 29 peserta yang terdiri dari mantan napiter, mantan jaringan terorisme, serta perwakilan organisasi keagamaan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, 2-6 Juni 2026, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Kementerian Sosial RI.

Kegiatan di Padang menjadi pelaksanaan ketujuh setelah sebelumnya digelar di Bogor, Solo, Makassar, Palembang, dan Banten.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya deradikalisasi melalui pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi guna mendukung reintegrasi sosial mantan napiter ke tengah masyarakat.

Melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi, para peserta diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih baik, diterima kembali oleh lingkungan sosial, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.