Kendala Penanganan KLB Malaria di Kabupaten Bangka, Penambang Enggan Periksa Kesehatan
Ardhina Trisila Sakti June 02, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka bergerak cepat dalam menangani status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria, yang melanda kawasan Bubus dan Batu Atap, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Linmas dikerahkan untuk melakukan pengamanan ketat di pos-pos pintu masuk kedua wilayah selama tiga pekan.

​Langkah pencegahan ini dilakukan melalui kerja sama intensif dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat, dengan tujuan memantau serta memeriksa warga yang terindikasi gejala malaria.

Terutama pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dari rumah ke rumah. Jika ditemukan ada warga yang positif, petugas medis akan segera memberikan pengobatan. Kemudian, dilanjutkan dengan penyemprotan di rumah warga yang bersangkutan guna memutus mata rantai penularan.

​Meski penanganan medis terus digenjot, tim gabungan menghadapi tantangan besar di lapangan, terutama terkait aktivitas penambangan di wilayah.

Plt. Kepala Satpol PP Bangka, Achmad Suherman mengungkapkan terdapat penambang yang beraktivitas di kawasan Batu Atap dan Bubus.

Kendala utamanya adalah keengganan para penambang untuk mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan, Selasa (2/6/2026).

"Kendala kami, mereka (para penambang) ini tidak mau diperiksa. Mereka tidak mau aktivitasnya diberhentikan untuk diperiksa, ditambah lagi waktu kepulangan mereka yang seringkali larut malam dan hal ini menyulitkan tim di lapangan untuk melakukan pemantauan berkala," kata Achmad Suherman kepada Bangkapos.com.

​Menyikapi penolakan para penambang, mengingat penanganan KLB ini membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk TNI dan Kepolisian, pemerintah daerah mengambil langkah tegas.

"Mulai besok hari (Rabu), Satpol PP akan bekerja sama dengan jajaran Ketua RT setempat untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan mulai pukul 09.00 WIB dan dilakukan tes," tegasnya.

Tujuan dari penghentian sementara ini, agar seluruh penambang di kawasan tersebut dapat fokus menjalani pemeriksaan kesehatan khusus malaria.

"Langkah ini ditegaskan murni sebagai upaya screening kesehatan massal demi keselamatan bersama, bukan untuk keperluan penertiban lainnya dan demi kesehatan bersama," ucapnya.

"Kami harap para penambang ikuti arahan kami, jangan sampai jumlah pasien malaria bertambah karena tidak dicek kesehatan atau dilakukan pengobatan," imbaunya.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.