Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Cut Nyak Dhien memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan melalui penambahan ruang rawat inap, alat kesehatan, serta sistem pendukung layanan medis guna menjawab tingginya kebutuhan pelayanan masyarakat di wilayah pantai Barat Selatan-Aceh.
Penguatan layanan tersebut ditandai dengan mulai difungsikannya gedung baru dan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS), penambahan alat Hemodialisa (HD), fasilitas CT Scan dan Mammography, serta generator oksigen sentral yang memungkinkan distribusi gas medis langsung ke ruang perawatan pasien melalui jaringan pipa.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, Selasa (2/6/2026) pada peresmian penambahan peralatan dan layanan kesehatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, mengatakan kebutuhan ruang rawat inap menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi rumah sakit tersebut. Tingginya jumlah pasien yang berobat tidak hanya berasal dari Aceh Barat, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Nagan Raya dan Aceh Jaya.
Menurutnya, penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi keterbatasan tempat tidur yang selama ini menjadi kendala dalam penanganan pasien.
Baca juga: RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Masih Layani Pasien JKA Tanpa Pembatasan Desil
Selain memperluas kapasitas layanan, pengembangan fasilitas rumah sakit juga berdampak pada kebutuhan sumber daya manusia. Bertambahnya ruang dan layanan kesehatan membuka peluang optimalisasi tenaga kesehatan yang ada untuk mendukung operasional rumah sakit.
Di sisi lain, RSUD Cut Nyak Dhien kini telah memiliki sistem produksi oksigen medis mandiri melalui generator oksigen sentral. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pelayanan karena kebutuhan oksigen pasien dapat disalurkan langsung ke ruang perawatan tanpa bergantung pada distribusi tabung oksigen ke setiap ruangan.
Rumah sakit juga mulai menerapkan kebijakan jam besuk pasien sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan. Kebijakan tersebut bertujuan memberikan waktu istirahat yang lebih optimal bagi pasien sekaligus menciptakan lingkungan perawatan yang lebih kondusif.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menilai peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah bersama sektor pendidikan. Di bidang kesehatan, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Data kunjungan pasien yang terus meningkat menunjukkan kebutuhan pelayanan kesehatan rujukan di wilayah pantai barat Aceh semakin besar. Karena itu, penguatan sarana, prasarana, dan tata kelola rumah sakit dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Plt Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Akbar Siregar, menyebutkan, dengan bertambahnya peralatan dan pelayanan kesehatan saat ini sudah cukup membantu masyarakat, baik di masyarakat Aceh Barat dan masyarakat tetangga yang berobat ke RSUD Cut Nyak Dhien saat ini.
Seperti penambahan fasilitas gedung rawat inap yang saat ini ada sekitar 311 bet yang sebelumnya sekitar 200 lebih.(*)