Kennet Eichhorn dikabarkan bersedia menerima bayaran yang jauh lebih rendah, namun Borussia Dortmund (BVB) kini secara resmi menarik diri dari negosiasi transfer. Alasannya, klub menilai permintaan bonus penandatanganan dari sang pemain dianggap tidak masuk akal.
Menurut laporan dari Sport Bild, klausul rilis Eichhorn yang berlaku hingga tahun 2029 bernilai sekitar €9 juta, turun dari angka sebelumnya yang disebut-sebut sebesar €12 juta. Klub-klub yang berpartisipasi di Liga Champions bahkan dapat memicu klausul tersebut dengan biaya yang lebih rendah.
BVB memutuskan mundur dari perburuan gelandang muda berusia 16 tahun itu, dengan total biaya transfer yang diperkirakan mencapai sekitar €20 juta. Berdasarkan laporan Bild, agen-agen Eichhorn menuntut bonus penandatanganan lebih dari €10 juta, dengan alasan bahwa sang pemain sudah memiliki nilai pasar senilai €20 juta.
Masih menurut Bild, situasi tersebut mendorong keputusan internal di kubu Dortmund untuk menghentikan negosiasi. “Pandangan di markas klub sangat jelas: jika Eichhorn ingin memprioritaskan pengembangan karier sepak bolanya, maka BVB adalah tempat yang tepat. Namun jika uang lebih penting baginya, maka Borussia bukan klub yang cocok,” demikian isi laporan tersebut.
Sebagai alternatif, BVB kini dikaitkan dengan langkah untuk merekrut Nathan De Cat dari RSC Anderlecht. Pemain muda asal Belgia itu memiliki profil serupa dengan Eichhorn, hanya terpaut satu tahun lebih tua, dan sudah mencatatkan pengalaman serta kontribusi gol yang lebih banyak di tim utama Belgia — delapan kontribusi gol dalam 45 penampilan.
FC Bayern, Bayer Leverkusen, dan Liverpool FC masih menunjukkan minat yang kuat untuk mendapatkan tanda tangan Eichhorn.
Baik klub-klub dalam negeri maupun luar negeri tidak gentar dengan tuntutan bonus penandatanganan dari agen sang pemain. FC Bayern dan Bayer Leverkusen masih bersaing ketat untuk merekrut gelandang muda tersebut, sementara Liverpool FC telah melangkah lebih jauh.
The Reds, yang dikabarkan akan menunjuk Andoni Iraola—salah satu pelatih paling diminati di Eropa—sudah mulai mencari klub peminjam yang sesuai bagi Eichhorn hingga ia berusia 18 tahun, karena saat ini ia belum diizinkan bekerja di luar Uni Eropa.
Beberapa minggu sebelumnya, Sport Bild melaporkan bahwa Eichhorn tidak tertarik dengan solusi sementara: jika ia pindah pada musim panas ini, maka tujuannya haruslah klub Liga Champions yang dapat memberinya kesempatan bermain di tim utama secara langsung. Dengan demikian, opsi untuk kembali ke Berlin atau bergabung dengan klub papan tengah tampak tidak menjadi pilihan.
FC Bayern atau Bayer Leverkusen: Apakah Ibrahim Maza dapat menjadi kunci dalam saga transfer Eichhorn?
Musim lalu, kapten tim nasional U17 Jerman itu absen hampir tiga bulan karena cedera ligamen sindesmosis yang serius, lalu menjalani hukuman tambahan akibat kartu merah. Meski demikian, di bawah asuhan pelatih Stefan Leitl, ia tetap menjadi pilar di lini tengah Hertha BSC dan tampil menonjol meskipun klub tersebut kembali gagal promosi.
Sepanjang bursa transfer, Bayer Leverkusen sempat disebut sebagai favorit utama untuk merekrutnya. Salah satu faktor penentu adalah keberadaan Ibrahim Maza. Mantan pemain Hertha tersebut pindah ke Leverkusen musim panas lalu, dan perkembangan kariernya sejauh ini berjalan sesuai rencana. Eichhorn dan Maza diketahui memiliki hubungan dekat, dan gelandang 16 tahun itu juga terkesan dengan gaya permainan berbasis penguasaan bola yang dominan dari tim Werkself.
Di sisi lain, Bayern dapat memanfaatkan status mereka sebagai kekuatan besar di Eropa. Anggapan bahwa para pemain muda sulit berkembang di klub tersebut kini telah ditepis oleh Vincent Kompany dalam dua tahun terakhir, dengan permainan tim yang semakin cair di bawah pelatih asal Belgia itu.
Laporan terbaru menegaskan bahwa Eichhorn masih “masuk dalam daftar incaran Bayern” untuk musim mendatang. Klub tersebut “sangat menginginkannya” dan melihatnya “sebagai pemain untuk masa depan”.
Kennet Eichhorn: Statistik performa bersama Hertha BSC