TRIBUNPALU.COM - Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Perombakan itu diumumkan langsung oleh pihak Istana Kepresidenan pada Selasa (2/6/2026) malam.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
"Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Selain Dadan, Presiden Prabowo juga memberhentikan dua orang Wakil Kepala BGN yang sedang menjabat.
Dua pejabat yang ikut dicopot adalah Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Prasetyo menjelaskan bahwa perombakan di tubuh BGN ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh.
Baca juga: Nanik S Deyang Jadi Ketua BGN, Ini Rekam Jejak Nanik: Pernah Terseret Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet
Baca juga: Striker Asal Parigi Moutong Dimas Adi Cetak Dua Gol, Bawa Timnas U-19 Kalahkan Myanmar 3-0
Evaluasi dilakukan oleh kementerian terkait serta masyarakat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah menegaskan terus menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk dari para warga penerima manfaat program.
Pencopotan ini terjadi sebelum masa jabatan Dadan Hindayana genap berjalan selama dua tahun.
Dadan merupakan akademisi yang lahir di Garut pada 1967. Ia menamatkan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 dan tercatat sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Karier akademiknya semakin berkembang setelah meraih gelar doktor bidang Entomologi Terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada periode 1997–2000. Sejak 1992, ia mengabdi sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan kemudian dikukuhkan sebagai lektor.
Sedang Nanik merupakan mantan jurnalis Persda-Kompas pada 1989. Ia juga pernah berkarier di Tabloid Bangkit dan memimpin majalah "Prospektif" sebelum dikenal sebagai jurnalis senior.
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Dadan telah menempati sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB pada 2001–2002, lalu menjadi Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB pada 2003–2008.
Pada periode 2007–2008, ia juga merangkap sebagai Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB.
Selain aktif di dunia pendidikan, Dadan juga pernah memimpin STPK Banau Halmahera Barat selama 2014–2022 serta menjadi konsultan bagi berbagai kementerian.(*)
(kompas/tribunnews)