Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo, mengungkapkan satu hal yang paling ia syukuri dari Michael Carrick, sosok yang berperan besar dalam kebangkitannya di klub.
Mainoo sempat tersingkir dari skuad utama dan berada di urutan bawah daftar pemain pilihan Ruben Amorim, membuat masa depannya di Old Trafford tampak suram pada satu titik di musim 2025/26.
Pada akhir bursa transfer musim panas lalu, pemain lulusan akademi Carrington itu sempat meminta untuk dipinjamkan demi mendapatkan waktu bermain reguler. Namun, klub menolak permintaannya. Ia bahkan hampir hengkang pada bulan Januari, sebelum pemecatan Amorim dan kedatangan Carrick sebagai pengganti mengubah segalanya.
Sejak Carrick mengambil alih, Mainoo langsung berubah dari pemain pinggiran menjadi salah satu sosok paling penting dalam tim. Dari 17 pertandingan yang dipimpin Carrick, Mainoo hanya absen satu kali.
Penampilannya yang konsisten membantu United menutup musim dengan kuat dan mengamankan tiket ke Liga Champions setelah absen selama dua tahun.
Berkat performa gemilangnya tersebut, Mainoo kembali dipanggil oleh Thomas Tuchel ke skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia musim panas ini. Dalam wawancara dengan talkSPORT, ia memberikan pujian besar kepada Carrick atas perannya dalam kebangkitan kariernya hingga bisa kembali ke tim nasional.
Ia mengatakan kepada talkSPORT, “Kami semua sangat senang dengan hal itu, jelas kami mendukung manajer sejak awal.”
“Banyak penampilan hebat di bawah asuhannya, dan saya sangat menyukai cara dia melatih serta membimbing saya secara pribadi di dalam tim. Saya rasa semua pemain di skuad setuju dengan hal itu, jadi ketika dia resmi mendapatkan pekerjaan tersebut, kami semua sangat gembira.”
Saat ditanya apakah Carrick berperan dalam pemanggilannya ke Piala Dunia, Mainoo menjawab, “Tentu saja, dan saya sudah mengatakan kepadanya bahwa saya sangat berterima kasih.”
“Karena jika dia tidak memberi saya kesempatan bermain, saya tidak akan berada di sini sekarang. Jadi saya akan selalu berterima kasih kepadanya untuk hal itu.”
Piala Dunia kali ini menjadi ajang pertama bagi Mainoo di panggung internasional terbesar. Sebelumnya, ia tampil menonjol bersama Inggris di ajang Euro, bahkan menjadi starter di partai final yang berakhir dengan kekalahan dari Spanyol.
Pemain berusia 21 tahun itu kini berharap bisa kembali berkontribusi besar bagi negaranya di turnamen akbar tersebut.