MAKASSAR – Antusiasme masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 melalui program Bola Gembira TVRI terus menunjukkan peningkatan.
Memasuki awal Juni 2026, ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), komunitas, warung kopi, kafe, hingga hotel telah mendaftarkan diri sebagai penyelenggara nobar resmi.
Penanggung jawab wilayah Sulsel untuk Nobar Piala Dunia 2026, Firmansyah Saiful, mengungkapkan bahwa proses pendaftaran masih berlangsung dan jumlah peserta terus bertambah setiap harinya.
“Antusiasme masyarakat Sulsel cukup tinggi. Pendaftaran masih terus dibuka dan setiap hari ada yang mendaftar,” ujar Firmansyah saat dihubungi pada Rabu (3/6/2026).
Meski belum dapat memberikan jumlah pasti karena proses kurasi dan sertifikasi masih berjalan, Firmansyah menyebutkan bahwa hotel dan restoran yang telah mendaftar sudah mencapai puluhan lokasi.
Sementara itu, jumlah pendaftar dari kalangan UMKM, komunitas, serta warung kopi telah menembus angka ratusan.
“Kalau hotel dan restoran sudah puluhan,” kata Firmansyah. “Untuk warkop, UMKM, dan komunitas jumlahnya jauh lebih banyak, sudah ratusan,” tambahnya.
Ia memperkirakan angka tersebut akan terus meningkat, mengingat banyaknya jumlah UMKM, kafe, coffee shop, dan hotel di Makassar serta daerah lain di Sulawesi Selatan.
Firmansyah menjelaskan bahwa TVRI membedakan mekanisme pemberian izin antara penyelenggara nobar non-komersial dan komersial.
Kategori non-komersial mencakup kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas, UMKM, RT/RW, pemerintah daerah, atau acara publik untuk masyarakat.
Untuk kategori tersebut, izin diberikan secara gratis.
“Kalau bentuknya komunitas, UMKM, RT/RW, atau kegiatan pemerintah untuk masyarakat, itu tidak dikenakan biaya,” jelasnya.
Sementara untuk penyelenggara yang melibatkan unsur komersial seperti penjualan tiket atau sponsor, biaya izin dikenakan sesuai ketentuan nasional.
Bagi penyelenggara dengan kapasitas penonton hingga 50 orang, biaya izin komersial ditetapkan mulai Rp10 juta.
Izin tersebut berlaku selama seluruh rangkaian pertandingan hingga berakhirnya Piala Dunia 2026.
Firmansyah mengimbau calon penyelenggara untuk segera mendaftar sebelum upacara pembukaan agar tidak terjadi penumpukan verifikasi.
Ia menambahkan, proses pendaftaran cukup mudah dan cepat karena dapat dilakukan secara daring melalui tautan di kanal resmi TVRI.
“Masyarakat cukup memindai barcode di kanal resmi TVRI, lalu mengisi formulir pendaftaran. Prosesnya sekitar 15 menit sudah selesai,” ujarnya.
Firmansyah juga mengingatkan agar seluruh kegiatan nobar mengikuti ketentuan yang berlaku.
Setiap penyelenggara wajib mendaftar melalui platform Bola Gembira TVRI untuk mendapatkan sertifikat izin digital.
Selain itu, seluruh pertandingan harus ditayangkan melalui siaran resmi TVRI dan tidak diperbolehkan melakukan siaran ulang atau streaming ke media sosial.
Penyelenggara juga diwajibkan menggunakan identitas program Bola Gembira TVRI serta dilarang memakai logo atau atribut resmi FIFA World Cup 2026 untuk kegiatan mereka.
Meski belum menentukan target jumlah peserta, pihaknya berharap semakin banyak komunitas, UMKM, warung kopi, dan ruang publik di Sulsel yang dapat ikut merasakan kemeriahan Piala Dunia 2026 secara resmi dan nyaman.
“Tujuan utama kami adalah agar masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan cara yang legal, nyaman, dan merata,” ujar Firmansyah. “Kami ingin sebanyak mungkin komunitas, UMKM, dan ruang publik turut merasakan semangat program Bola Gembira,” jelasnya.
Salah satu hotel yang siap menggelar nobar adalah Mercure Makassar Nexa Pettarani.
Marcomm Mercure Makassar Nexa Pettarani, Andika Agung Prasetia, mengatakan bahwa pihaknya telah mendaftar melalui program Bola Gembira TVRI.
“Kami sudah melakukan registrasi, dan izin resminya kemungkinan keluar minggu ini,” ujar Dandy, sapaan akrab Andika, saat dihubungi Rabu (3/6/2026).
Untuk menikmati nobar di The Light Makassar Mercure Makassar Nexa Pettarani, pengunjung dikenakan biaya Rp75 ribu per orang.
Dengan harga tersebut, pengunjung sudah mendapatkan paket camilan dan minuman selama acara berlangsung.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan bahwa sejumlah hotel di Makassar tengah bersiap memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 dengan menghadirkan kegiatan nobar.
“Seperti Claro Makassar dan grupnya sudah siap menggelar nobar Piala Dunia,” ujar Anggiat pada Kamis (28/5/2026).