TRIBUNPRIANGAN.COM – Masjid Al-Aqsha memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Tiga keutamaannya yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an dan hadis adalah:
1. Kiblat pertama umat Islam
2. Salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi
3. Tempat peristiwa Isra dan awal Mi'raj
Selain tiga keutamaan tersebut, Al-Aqsha juga memiliki nilai sejarah yang sangat besar karena terkait dengan banyak nabi, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa.
Karena itu, kawasan Masjid Al-Aqsa dipandang sebagai salah satu tempat paling suci bagi umat Islam setelah Makkah dan Madinah.
Berbicara perihal Jumat lusa nanti, tepatnya di hari Jumat tanggal 5 Juni 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 5 Juni 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "3 Keutamaan Masjid Al Aqsha Bagi Umat Islam".
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 9 Pengaruh Buruk Maksiat dalam Kehidupan yang Melenyapkan Keimanan
Khutbah 1
اَلْحَمْدُ لله، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْفُرْقَانَ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذَيِرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَيْنَا بِأَنْوَاعِ النِّعَمِ مِدْرَارًا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُطَهِّرُوْنَ اللهَ تَطْهِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ : وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Baca juga: Contoh Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Idul Adha Usai, Hidupkan Lagi Hari Tasyrik
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Masjid al-Aqsha yang berada di kota Baitul Maqdis, Palestina, memiliki sejarah yang sangat penting dalam Islam.
Pertama, Masjid al-Aqsha pernah menjadi kiblat shalat umat Islam selama tujuh belas bulan setelah Rasulullah Saw berhijrah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa pemindahan kiblat dari al-Aqsha menuju Kakbah ini diabadikan dalam Al Quran.
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-Baqarah: 144).
Kedua, Masjid al-Aqsha adalah titik akhir perjalanan Isra’ dan titik awal perjalanan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Baginda Rasulullah Saw. Di sanalah Baginda Nabi melakukan shalat berjamaah mengimami seluruh nabi dan rasul, mulai Nabi Adam As hingga Nabi ‘Isa As.
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
rtinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kamu perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar selagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1).
Ketiga, Palestina adalah negeri para nabi dan rasul. Banyak sekali nabi dan rasul yang pernah tinggal dan berdakwah menyebarkan Islam di sana. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Luth, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi ‘Isa dan nabi-nabi lainnya yang diutus oleh Allah untuk Bani Israil yang jumlahnya sangat banyak.
Dengan memahami sejarah panjang dan pentingnya Palestina dalam Islam, kita diharapkan dapat lebih bijak dan tegas dalam menyikapi isu-isu yang berkaitan dengan saudara-saudara kita di sana. Kita juga diharapkan dapat memberikan dukungan yang maksimal, baik dalam bentuk doa, bantuan materi, maupun penyebaran informasi yang benar tentang kondisi yang terjadi.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 29 Mei 2026: 4 Amalan Utama Bulan Zulhijah, Hidupakan Juga Selepas Idul Adha
Jamaah salat jumat yang dirahmati Allah,
Kita semua menitipkan Masjid Al-Aqsha kepada orang Palestina, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak mendukung mereka dari penjajahan dan penindasan. Masjid Al-Aqsha, sebagai tempat yang sangat mulia dan bersejarah dalam Islam, adalah amanah yang diemban oleh saudara-saudara kita di Palestina. Mereka adalah penjaga dan pelindung tempat suci tersebut dari tangan-tangan yang zalim. Oleh karena itu, kita harus memberikan dukungan penuh kepada mereka dalam menghadapi segala bentuk penindasan dan penjajahan.
Sebagai bentuk rasa terima kasih, kita perlu mengerahkan segala upaya agar penindasan di seluruh wilayah Palestina segera berakhir. Ini bukan hanya tanggung jawab mereka yang berada di garis depan, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam. Kita harus menggunakan segala cara yang kita miliki, baik melalui doa, bantuan materi, maupun penyebaran informasi yang benar tentang kondisi yang terjadi di sana.
Menolong yang lemah adalah perintah agama. Rasulullah Saw bersabda,
“الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ” (رواه البخاري)
Artinya: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya kepada musuh. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya.”
Dengan memahami hadis ini, kita diingatkan bahwa menolong saudara-saudara kita yang lemah dan tertindas adalah sebuah kewajiban. Mari kita bersama-sama berusaha untuk menghentikan penindasan yang terjadi di Palestina dan di seluruh dunia, dengan harapan semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemenangan dan kebebasan kepada mereka.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Cara Menjauhi Larangan Allah SWT
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Usai Idul Adha dan Perpisahan Bulan Zulhijjah
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ
Marilah kita berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk saudara-saudara kita di Palestina dan seluruh umat Islam yang tertindas di berbagai belahan dunia:
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْ مِنِيْنَ وَالْمُؤْ مِنَاتِ, اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ, اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, يَا قَاضِىَ الْحَاجَاتِ, وَيَا كَافِىَ الْمُهِمَّاتِ
. اَللّهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُ قْنَا اتِّبَاعَةَ, وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْناَ اجْتِنَابَهُ
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلَسْطِين، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ مُعِينًا وَظَهِيرًا، اللَّهُمَّ ارْبِطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ وَاشْفِ جَرْحَاهُمْ وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى نُصْرَتِهِمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَنَا عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَنْصَارِهِمْ وَمِنْ الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ، اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَأَعِدْ لَهُمْ عِزَّهُمْ وَكَرَامَتَهُمْ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
أَقِمِ الصَّلَاةَ