TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Bantuan tersebut meliputi seragam sekolah, buku, hingga kebutuhan belajar lainnya yang hilang atau rusak akibat kebakaran yang menghanguskan permukiman warga.
Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendataan kebutuhan siswa terdampak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Nahdiana bilang, saat ini Pemprov DKI tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tapi juga memastikan anak-anak korban kebakaran dapat kembali bersekolah tanpa kendala.
“Concern-nya Pak Gub, Pak Wagub itu kan gimana anak-anak itu tidak terkendala kembali untuk belajar. Bukan hanya sekadar ujiannya, psikisnya, lalu misalkan bukunya, seragamnya, itu sedang kami siapkan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Nahdiana menjelaskan, kebakaran tidak hanya menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berbagai perlengkapan sekolah milik anak-anak.
Karena itu, Disdik DKI bergerak cepat menyiapkan dukungan agar para siswa dapat segera kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.
Menurut dia, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu prioritas yang harus segera dipenuhi setelah kebutuhan dasar para korban tertangani.
“Ini sedang kami siapkan juga dari Disdik untuk anak-anak supaya bisa kembali ke sekolah,” ujarnya.
Dalam proses pemulihan tersebut, Disdik DKI juga berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penyaluran bantuan kepada para siswa terdampak.
Kolaborasi dilakukan dengan sejumlah lembaga dan organisasi yang selama ini turut membantu penanganan korban bencana di Jakarta.
“Biasanya kami juga berkoordinasi ya dengan kolaborator kayak PMI, gitu,” kata Nahdiana.
Selain menyiapkan perlengkapan sekolah, Disdik DKI sebelumnya juga membuka posko layanan untuk membantu warga yang kehilangan dokumen pendidikan seperti ijazah dan berkas sekolah akibat kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak korban kebakaran tetap memperoleh hak pendidikan mereka dan tidak mengalami hambatan untuk kembali belajar saat tahun ajaran baru maupun kegiatan sekolah berjalan normal.
Baca juga: Mencari Cuan di Balik Arang, Cerita Pengepul Borong Rongsokan Rumah di Kebakaran Kemayoran
Baca juga: Modus Licik Pencuri Motor di Tebet, Pura-pura Test Drive dan Kasih Jaminan iPhone Replika
Baca juga: Korban Kebakaran Kemayoran Tetap Bisa Ikut Ujian, Disdik DKI Siapkan Skema Susulan