45 Tahun Menanti, Peletakan Batu Pertama SLB YPAC Pangkalpinang Akhirnya Dilakukan
Ardhina Trisila Sakti June 03, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penantian panjang hampir 45 tahun, akhirnya Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Pangkalpinang kini bersiap memiliki gedung sekolah sendiri setelah prosesi peletakan batu pertama di Jalan Kelompok, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).

Momentum yang sarat haru itu berlangsung khidmat.

Di atas lahan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan, para tamu undangan satu per satu menorehkan simbol dimulainya pembangunan dengan meletakkan batu dan semen di pondasi yang telah disiapkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, unsur Forkopimda, akademisi, perwakilan kepolisian dan kejaksaan hingga sejumlah tokoh masyarakat.

20260603 Sekolah Luar Biasa
Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC di Jalan Kelompok, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).

Acara diawali doa bersama, sambutan dari para pemangku kepentingan, serta penampilan siswa-siswi SLB YPAC yang menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan pendidikan inklusif bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi tentang masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani mengatakan pembangunan gedung tersebut menjadi simbol hadirnya ruang yang lebih layak bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang.

"Ini bukan hanya pembangunan fisik. Ini adalah ruang bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas dan membangun masa depan mereka," kata Elius.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui kementerian terkait, serta sinergi berbagai pihak mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, pengurus yayasan, masyarakat hingga donatur yang ikut mewujudkan pembangunan tersebut.

"Semoga pembangunannya selesai tepat waktu dan menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi anak-anak kita belajar," ujarnya.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang akhirnya memungkinkan YPAC memiliki bangunan baru.

Menurutnya, kehadiran gedung baru menjadi simbol bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang setara, tanpa terkecuali.

"Ini menandakan bahwa setiap anak di Indonesia, khususnya di Kota Pangkalpinang, berhak mendapatkan pendidikan yang setara. Walaupun mereka memiliki kebutuhan khusus, itu tidak membuat mereka luput dari perhatian," ujar Dessy.

Ia berharap gedung baru tersebut nantinya dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pengembangan keterampilan hingga rehabilitasi medis bagi peserta didik.

"Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi perjuangan YPAC hingga akhirnya impian mendapatkan gedung baru dapat terwujud. Semoga ini memberi manfaat besar bagi anak-anak kita," katanya.

Ketua Umum Pengurus Yayasan SLB YPAC Pangkalpinang, Dailami Zuyadi tak dapat menyembunyikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan sekolah yang telah lama dinanti.

Dengan suara penuh harap, ia mengungkapkan bahwa perjuangan memiliki gedung sendiri bukan perjalanan singkat.

"Kurang lebih hampir 45 tahun kami menunggu untuk mendapatkan gedung sekolah sendiri. Alhamdulillah, hari ini bisa dimulai," ujar Dailami.

Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC di Jalan Kelompok, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).
Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC di Jalan Kelompok, Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Ia menjelaskan pembangunan gedung baru turut mendapat dukungan dari pengusaha lokal Bangka Belitung, Johan Riduan Hasan, serta bantuan pemerintah melalui Kementerian dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Meski sempat melalui proses penyelesaian lahan dan ganti rugi terhadap sejumlah warga yang telah membangun di kawasan tersebut, seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik.

"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Hari ini kita awali dengan komitmen bersama," katanya.

Gedung baru itu ditargetkan rampung dalam waktu lima bulan. Jika sesuai jadwal, pada akhir 2026, para siswa sudah dapat menempati bangunan baru yang akan dilengkapi ruang kelas jenjang SD, SMP, SMA hingga gedung administrasi.

Saat ini, SLB YPAC Pangkalpinang memiliki sekitar 150 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, dengan ragam kebutuhan khusus mulai dari tunanetra, tunarungu, tunadaksa, hingga kategori lainnya.

"Bagi YPAC Pangkalpinang, pembangunan ini bukan sekadar berdirinya tembok dan ruang kelas baru. Lebih dari itu, ini menjadi jawaban atas penantian puluhan tahun agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar dengan lebih nyaman, aman dan setara," kata Dailami.

Harapannya sederhana namun bermakna besar, tidak ada lagi batas bagi anak-anak istimewa untuk meraih masa depan terbaik mereka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.