Cantiknya Air Terjun Kedung Kayang, Wisata Hidden Gem Dekat Boyolali, View Gunung Merapi & Merbabu
Listusista Anggeng Rasmi June 03, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di lereng pegunungan yang sejuk dan berkabut, Air Terjun Kedung Kayang menjadi salah satu permata wisata alam yang paling memikat di Jawa Tengah.

Destinasi ini menawarkan pemandangan spektakuler yang mampu membuat siapa pun terpukau sejak pertama kali tiba di lokasi.

Berada di kawasan perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali, air terjun ini dikelilingi bentang alam hijau yang masih terjaga keasriannya.

Keindahan Kedung Kayang semakin sempurna karena berlatar megahnya Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang berdiri gagah di kejauhan.

Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian berpadu dengan udara pegunungan yang segar menciptakan suasana menenangkan sekaligus mengagumkan.

Tak hanya dikenal karena panorama alamnya, Kedung Kayang juga menyimpan berbagai kisah sejarah, legenda, hingga cerita mistis yang masih dipercaya sebagian masyarakat setempat.

Keberadaan cerita-cerita tersebut menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai wisata alam sekaligus budaya.

Air Terjun Kedung Kayang berlokasi di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Objek wisata ini berada pada ketinggian sekitar 950 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu tempat terbaik untuk menikmati panorama pegunungan.

Dengan ketinggian air terjun mencapai sekitar 40 meter dan kemiringan tebing hingga 80 derajat, aliran air yang deras menciptakan pemandangan dramatis yang sulit dilupakan oleh para pengunjung.

Baca juga: 5 Kuliner Legendaris di Klaten Rasa Lezat, Ada Warung Kidul Sop dan Sate Ayam, Berdiri Sejak 1907

Air Terjun Kedung Kayang
Air Terjun Kedung Kayang (yogjo.com)

Sejarah Nama Kedung Kayang

Di balik keindahannya, Kedung Kayang memiliki kisah legenda yang diwariskan secara turun-temurun.

Konon, nama Kedung Kayang berasal dari pertemuan tiga empu sakti, yakni Empu Putut, Empu Panggung, dan Empu Khalik. Ketiganya mengadakan adu kesaktian yang dikenal dengan nama Tanding Balang.

Dalam perlombaan tersebut, masing-masing empu melempar telur angsa ke dalam sebuah kedung atau kolam alami. Siapa yang telurnya tidak pecah dianggap sebagai pemenang.

Namun, setelah ketiganya melempar telur, seluruh telur justru pecah.

Ketika para empu turun ke dasar kedung untuk mencari pecahan telur, mereka tidak menemukan satu pun cangkangnya.

Tak lama kemudian, dari kedung tersebut muncul mata air yang terus mengalir sepanjang tahun.

Peristiwa itulah yang kemudian dipercaya menjadi asal mula lahirnya Kedung Kayang.

Misteri yang Masih Dipercaya Warga

Selain legenda, Kedung Kayang juga dikenal memiliki sejumlah cerita mistis.

Di belakang air terjun terdapat sebuah goa dengan lebar sekitar dua meter dan tinggi 2,5 meter.

Kedalaman goa tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti.

Masyarakat setempat meyakini goa itu dahulu digunakan sebagai tempat bertapa untuk mencari petunjuk dan ketenangan batin.

Ada pula cerita yang berkembang bahwa pada malam Jumat Kliwon di bulan Suro sering terdengar suara gamelan dari arah air terjun. Sementara pada malam Kamis Wage, kawanan kera dipercaya berkumpul di sekitar kedung.

Warga juga mempercayai keberadaan dua penjaga gaib kawasan Kedung Kayang, yakni Kyai Gadung Melati dan Nyai Wedari Welas.

Di sekitar kawasan air terjun terdapat dua mata air yang cukup terkenal, yakni Mata Air Panguripan dan Mata Air Kinasihan, yang dipercaya memiliki manfaat khusus bagi masyarakat yang datang dengan tujuan tertentu.

TEMPAT WISATA DI MAGELANG - Air Terjun Kedung Kayang, salah satu destinasi tempat wisata yang wajib dikunjungi saat libur lebaran 2025.
TEMPAT WISATA DI MAGELANG - Air Terjun Kedung Kayang, salah satu destinasi tempat wisata yang wajib dikunjungi saat libur lebaran 2025. ((Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya))

Baca juga: Rekomendasi Candi di Karanganyar untuk Wisata Sejarah & Edukasi, Ada Candi Kethek hingga Candi Cetho

Rute Menuju Air Terjun

Perjalanan menuju Kedung Kayang dapat ditempuh melalui jalan utama Magelang-Boyolali.

Pengunjung akan menemukan papan petunjuk menuju lokasi wisata dan area parkir kendaraan.

Harga tiket masuk tergolong sangat terjangkau, sekitar Rp4.000 per orang. Pengunjung juga dikenakan biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp4.000 untuk mobil.

Setelah memasuki kawasan wisata, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak.

Di tengah perjalanan terdapat dua pilihan jalur, yakni menuju spot panorama atas atau menuju titik utama air terjun di bagian bawah.

Jika memilih jalur bawah, perjalanan menjadi lebih menantang.

Pengunjung harus melewati jalan menurun yang cukup licin, menyeberangi sungai berbatu, dan berjalan di jalur sempit di tepi aliran air.

Meski membutuhkan tenaga dan keberanian ekstra, seluruh perjuangan itu akan terbayar saat sampai di depan air terjun.

Pesona Alam yang Menenangkan

Kedung Kayang dikenal sebagai salah satu air terjun yang masih cukup alami dan belum terlalu ramai wisatawan.

Suasana yang tenang membuat tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Aliran air yang jatuh dari ketinggian tampak seperti tirai putih raksasa yang menghiasi tebing hijau.

Derasnya debit air berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk menciptakan suasana yang menenangkan.

Dari area atas, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sekaligus.

Sementara dari area bawah, pengunjung bisa melihat langsung keindahan air terjun dari jarak dekat.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di Kedung Kayang.

Pertama, menikmati panorama alam dari gardu pandang yang menghadap langsung ke air terjun dan pegunungan.

Kedua, bermain air atau berenang di kolam alami yang terbentuk dari aliran air terjun.

Airnya yang jernih dan segar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ketiga, berburu foto. Kedung Kayang memiliki banyak spot foto menarik dengan latar belakang air terjun, tebing hijau, hingga panorama gunung yang memukau.

Bagi pecinta petualangan, jalur menuju air terjun juga menawarkan pengalaman trekking ringan yang cukup menantang.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Pagi hari menjadi waktu terbaik untuk menikmati Kedung Kayang.

Selain udara yang masih segar, cuaca biasanya lebih cerah sehingga panorama pegunungan terlihat lebih jelas.

Pengunjung disarankan menghindari kunjungan saat hujan deras karena debit air sungai dan air terjun dapat meningkat secara tiba-tiba sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.

Dengan kombinasi keindahan alam, udara sejuk, panorama pegunungan, serta kisah legenda yang menyertainya, Air Terjun Kedung Kayang menjadi destinasi wisata yang layak masuk daftar kunjungan saat berada di Magelang maupun Boyolali.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.