Panik Dilaporkan ke Polisi, Erin Mantan Andre Taulany Akui Sita HP dan KTP ART: Takut Dipengaruhi
Tsaniyah Faidah June 03, 2026 02:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, memasuki babak baru.

Setelah dilaporkan oleh mantan ART-nya, Herawati, kini giliran ART baru bernama Nur Rohmah yang membongkar tabiat buruk sang majikan setelah dirinya nekat kabur dari rumah karena terus diancam.

Nur mengungkapkan bahwa Erin sering melontarkan kata-kata kasar selama ia bekerja.

"Ada ancaman sama ditekan kayak misalnya jangan ikut urusan saya sama Mbak Hera, nanti kamu saya laporin ke polisi," ujar Nur.

Ia juga mengaku dimaki dengan sebutan "tolol" hanya karena dinilai lambat mengangkat telepon saat ponselnya disita.

Akibat penyitaan ponsel, KTP, dan kartu ATM oleh Erin selama tiga minggu lebih, Nur bahkan tidak bisa mencairkan gaji pertamanya maupun menghubungi keluarga.

Tanggapan Erin Soal Penyitaan HP

Di sisi lain, Erin tidak menampik bahwa dirinya menahan ponsel milik Nur.

Dalam sebuah jumpa pers, ia mengaku panik setelah kasus dugaan penganiayaan ini ramai diperbincangkan publik.

"Iya, karena kan memang gara-gara kejadian ini jadi handphone memang saya pegang dulu nih. Karena kan mereka sempat, ya ini tahu sendiri kan, ini buat bukti segala macam kan takut dipengaruhi dari sisanya mereka kan. Jadi ya saya amankan," dalih Erin.

Aksi kaburnya Nur dipicu oleh paksaan dari Erin dan kuasa hukum barunya agar Nur memberikan kesaksian palsu di hadapan penyidik kepolisian.

Nur diancam bahwa ia dan suaminya sudah menjadi buronan polisi.

Erin meminta Nur untuk menghilangkan cerita soal makian kasar di rumah tersebut.

"Ibu kayak ada bilang... 'kata tolol dan bego dihilangin aja. Jangan bilang kayak gitu'," kata Nur.

Nur menolak karena hal itu nyata terjadi.

Tidak hanya Erin, pengacara barunya juga meminta Nur berbohong mengenai status ponselnya.

"Di situ juga ada bilang sama pengacaranya, 'Iya nanti kalau misalkan ditanya ada kata kasar, bilang aja enggak ada gitu. Terus masalah HP juga bilang aja udah dikembalikan'. Tapi saya enggak terima... Saya enggak mau bohong," tegas Nur.

Kasus ini bermula dari laporan Herawati, mantan ART Erin, ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026. Herawati mengaku dianiaya oleh Erin mulai dari dipukul menggunakan sapu di bagian kepala hingga ditendang.

Sumber: Tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.