TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Sentral Palakka, Jalan Poros Bone-Makassar, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah cabai merah besar.
Harga cabai merah besar kini mencapai Rp75 ribu per kilogram.
Padahal sebelumnya, komoditas tersebut dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram.
Selain cabai merah besar, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Bawang putih ikut naik dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Harga tempe bungkus turut mengalami penyesuaian dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per bungkus.
Sementara itu, kacang tanah dan kacang hijau yang sebelumnya dijual Rp40 ribu kini naik menjadi Rp50 ribu per liter.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, beberapa bahan pokok lainnya justru mengalami penurunan harga.
Cabai merah keriting turun dari Rp65 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp60 ribu kini turun menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Begitu pula tomat yang turun dari Rp20 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Sedangkan harga kentang dan bawang bombay masih bertahan masing-masing Rp20 ribu dan Rp50 ribu per kilogram.
Seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka, Senna mengaku kenaikan harga cabai merah besar belum diikuti meningkatnya aktivitas jual beli di pasar.
Menurutnya, kondisi transaksi justru cenderung lesu dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Pembeli sekarang tidak seramai biasanya. Banyak yang datang lihat harga dulu, setelah itu beli sedikit atau bahkan tidak jadi membeli," ujarnya, Rabh (3/6/2026).
Ia mengatakan sebagian pelanggan kini mengurangi jumlah belanja karena harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
"Kalau dulu ada yang beli satu kilogram cabai, sekarang banyak yang hanya beli setengah kilogram atau seperempat kilogram saja," katanya.
Dirinya menilai kenaikan harga beberapa kebutuhan dapur membuat masyarakat lebih berhati-hati saat berbelanja.
Di sisi lain, seorang pembeli bernama Sumarni mengaku harus mengatur ulang daftar belanja karena harga sejumlah bahan masakan mengalami kenaikan.
Menurutnya, kenaikan harga bawang dan cabai cukup berpengaruh terhadap pengeluaran harian keluarga.
"Kalau cabai dan bawang sama-sama naik tentu terasa. Sekarang saya beli secukupnya dulu yang penting kebutuhan memasak terpenuhi," tuturnya.
Ia berharap harga bahan pokok kembali stabil agar daya beli masyarakat dapat meningkat dan aktivitas jual beli di pasar kembali ramai.