Aktivitas Jemaah Haji Lampung Pasca Ibadah Armuzna, dari Kemas Koper hingga Menuju Madinah
soni yuntavia June 03, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Seluruh jemaah haji asal Provinsi Lampung tahun 1447 H/ 20206 M, kini telah melewati seluruh rangkaian padat dan melelahkan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
 
Kini, para jemaah mulai menikmati fase peristirahatan sembari menikmati suasana di Tanah Suci sebelum kepulangan ke tanah air.

Bagi jemaah yang masuk gelombang awal keberangkatan, mereka mulai mencicil kemasan koper untuk pulang ke Tanah Air.

Sementara, sebagian jemaah yang masuk keberangkatan gelombang kedua mulai bersiap menggeser langkah menuju Madinah.

Bagi rombongan Kelompok Terbang (Kloter) JKG 07 asal Kota Bandar Lampung, waktu berbenah sudah di depan mata. 

Sebagai rombongan pertama yang menginjakkan kaki di Arab Saudi pada awal musim haji, mereka kini juga memegang tiket pertama untuk pulang ke Indonesia pada Jumat malam, 5 Juni 2026 mendatang.

"Aktivitas pasca-Armuzna yang sudah dijalani para jemaah adalah melaksanakan Tawaf Ifadah. Kemudian hari kami menjadwalkan proses penimbangan koper bagasi besar jemaah," ujar Ketua Kloter JKG 07, Winardi, dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Winardi dan petugas kloter kini bisa bernafas sedikit lega karena sejauh ini tidak ada jemaah JKG 07 yang sampai harus mendapat perawatan di rumah sakit. 

Kendati demikian, ia mengakui bahwa terdapat beberapa jemaah yang tumbang karena penurunan kesehatan akibat kelelahan berat pasca Armuzna dan tahapan ibadah Tawaf Ifadah.

Mengingat kondisi ini cuaca ekstrem di Tanah SZuci, Winardi mewanti-wanti para jemaah agar menahan diri dan tidak memaksakan diri pergi beribadah ke Masjidil Haram apabila kondisi tubuh sedang kurang fit.

"Jemaah kita ingatkan agar tidak ke Masjidil Haram dulu, lebih baik beristirahat, persiapan pulang dan lain-lain," Kata dia.

Hal serupa diterapkan di Kloter JKG 21 yang melarang jemaah melakukan umrah sunah tambahan.

Ketua Kloter JKG 21, Muhammad Haikal Ahra, mengatalan keputusan ini dilakukan demi keselamatan dan menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima.

Bagi Haikal, melihat jemaahnya bisa pulang dengan selamat ke Lampung jauh lebih penting daripada membiarkan mereka memaksakan diri beribadah sunah di tengah sisa energi.

"Mereka baru saja kelelahan dari Armuzna, lalu langsung disambung ke Tawaf Ifadah. Makanya untuk JKG 21, sengaja kami larang keras untuk umrah sunah dulu. Istirahat dulu," tegas Haikal saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di kloter yang ia pimpin terdapat dua orang jemaah yang meninggal dunia pasca puncak ibadah haji akibat kelelahan maupun faktor sakit yang dialami jemaah lansia.

Selain itu, efek kelelahan massal pasca-Armuzna terlihat jelas dari melonjaknya jumlah jemaah JKG 21 yang membutuhkan bantuan kursi roda. 

"Jumlah yang menggunalan kursi roda naik hampir 30 orang yang terdata, sebelumnya cuma ada sekitar 21," kata dia.

Jemaah yang fisiknya tak lagi mampu berjalan jauh ini terpaksa harus mendapatkan penanganan dengan manajemen yang berbeda.

"Semalam kami sudah menuntaskan Tawaf Ifadah bagi jemaah yang menggunakan kursi roda. Jadwal mereka sengaja kami pisahkan dengan jemaah biasa karena mereka membutuhkan pendorongan khusus dari tim khusus kita," tutur Haikal.

Berbeda dengan JKG 07 Bandar Lampung menghitung hari untuk pulang, jemaah JKG 21 yang masuk dalam gelombang kedua kini tengah bersiap untuk bertolak ke Madinah pada 9 Juni 2026 nanti.

"Jadi sekarang kloter kami fokus istrirahat, nanti 9 Juni kita akan bergeser ke Madinah. Di sana kita akan menginap sekitar 8 hari untuk ibadah Arbain (salat wajib 40 waktu tanpa terputus) di Masjid Nabawi," pungkasnya


( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.