TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menceritakan kronologi tindakan mesum sesama jenis di perpusatakaan.
ARM, mahasiswa PNJ semester dua kepergok berciuman dengan pria, AW.
AW bukanlah mahasiswa PNJ.
Mendengar cerita tersebut, ayah ARM sampai menangis dan bersujud di hadapan ratusan mahasiswa PNJ.
Aksi tak senonoh di lingkungan kampus PNJ Depok, Jawa Barat.
ARM kepergok berciuman dengan sesama jenis, AW.
Keduanya baru berkenalan sekitar satu bulan setengah.
Lalu dalam komunikasinya, AW dan ARM membuat rencana untuk bertemu.
"Sekitar UI tidak sampai ke sini, sekali lagi awal mulanya rencananya," kata ARM di hadapan ratusan mahasiswa PNJ.
Ia mengaku rencana awal bertemu hanya untuk mencari makan.
"Dengan dia yang hanya ingin mencari makan, saya kasih rekomendasi makan," katanya.
Namun tiba-tiba saja AW mengirim foto ke ARM sudah berada di lingkungan kampus PNJ Depok.
Baca juga: Pengakuan Mahasiswa PNJ Kepergok Ciuman Sesama Jenis di Perpustakaan, Pelaku Langsung Ditampar Ayah
"Tang kemudian tiba-tiba dia ada di sini, tanpa sepengetahuan saya dia tiba-tiba foto, mengirim foto bahwa dia lagi di sini," katanya.
"Sehingga ya udah jadi, kita jadi ketemunya di sini dan dia ada rencana ingin explore kampus karena dia tidak berkuliah," tambah ARM.
Mereka lantas menuju ke perpusatakaan PNJ.
"Dengan mulai di perpusatakaan," katanya.
ARM mengatakan saat di perpus, dia yang pertama kali mencium AW.
"Di perpusatakaan karena saya dengan bodohnya saya menarik dia terlebih dahulu hingga terjadilah itu," katanya.
Baca juga: Sosok Mahasiswa PNJ Kepergok Berbuat Mesum Sesama Jenis, Ayah Pelaku Sujud Minta Maaf: Malu Saya!
Sementara ayah ARM mengatakan setiap hari dia mengantar sang anak dengan kebanggaan besar.
"Ke kampus ini mengantar dengan kebanggaan," katanya.
Tapi nyatanya sang anak justru melakukan tindakan yang mencoreng nama keluarga.
"Dan hari ini saya benar-benar sangat malu. Kampus yang begitu membanggakan menjadi tidak bermakna lagi karena kelakuan anak saya ini," katanya dengan suara bergetar.
Dia menyampaikan jika pihak kampus ingin memberi sanksi drop out (DO) ia akan sangat menerima.
"Jadi kalau pihak kampus mau men-DO dia, memberhentikan dia, jangan ragu. Kembalikan pada kami untuk mendidik dia," katanya.
Pilunya sang ayah sampai bersujud meminta maaf atas kelakuan ARM.
"Saya mohon maaf sama institusi yang sangat hebat ini, saya minta maaf sama teman-teman semua," katanya.
"Malu saya, malu," kata ayah ARM sambil bersujud.
Humas PNJ Soraya Aldina mengatakan bahwa ARM tercatat sebagai mahasiswa semester dua.
Menurut Soraya pihak kampus akan segera menjatuhkan sanksi pada ARM.
"Sanksi paling berat dikeluarkan. Tapi keputusan akhir akan ditelaah lagi aturan-aturannya," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t