TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bek naturalisasi PSIS Semarang asal Brasil, Otavio Dutra, memberikan pandangannya mengenai Piala Dunia 2026. Menurutnya, faktor pengalaman pemain akan menjadi pembeda utama di antara tim-tim peserta ajang empat tahunan tersebut.
Dutra menilai bahwa kualitas sepak bola dunia saat ini sudah semakin merata. Tidak hanya dari segi kemampuan teknik, tetapi juga dari sisi fisik dan taktik yang berkembang pesat di hampir semua negara peserta. Hal ini membuat persaingan di Piala Dunia 2026 diprediksi akan berlangsung sangat ketat.
"Menurut saya, Piala Dunia 2026 akan sangat sulit karena semua tim sekarang sudah bagus. Bukan hanya bagus secara teknik, tapi juga secara fisik," ujar Dutra, yang sempat memperkuat Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Ia menambahkan, banyak tim peserta kali ini memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, tanpa mengesampingkan kemampuan teknik dan strategi permainan yang matang. Dutra menyoroti Prancis dan Jerman sebagai contoh dua tim dengan kombinasi sempurna antara kekuatan, teknik, dan taktik.
"Prancis dan Jerman adalah dua tim yang menurut saya sangat luar biasa, baik dari segi fisik maupun teknik. Secara taktik juga mereka luar biasa," kata pemain PSIS Semarang untuk musim 2025/2026 tersebut.
Selain kedua tim Eropa itu, Dutra juga menyebut Argentina sebagai salah satu kandidat kuat juara. Meskipun secara fisik berbeda karakter dengan Prancis dan Jerman, Tim Tango dinilai memiliki kemampuan teknik yang sangat mengesankan.
"Argentina juga sangat bagus. Secara fisik mungkin sedikit berbeda dibanding Prancis atau Jerman, tetapi mereka punya teknik yang luar biasa," lanjutnya.
Dalam persaingan yang begitu ketat, Dutra menilai pengalaman pemain akan menjadi faktor penting yang memberi nilai tambah. Piala Dunia, menurutnya, adalah turnamen dengan durasi singkat yang menuntut adaptasi cepat dari setiap tim.
Negara dengan banyak pemain berpengalaman, lanjut Dutra, akan memiliki keuntungan tersendiri dibanding tim yang mayoritas diisi pemain muda. "Kalau Brasil, saya lihat banyak pemain baru di tim ini. Saya belum tahu bagaimana nanti, karena Piala Dunia adalah turnamen yang berlangsung cepat. Saya kira negara dengan pemain berpengalaman pasti akan punya keunggulan tersendiri," jelasnya.
Meski demikian, Dutra tetap optimistis terhadap peluang Brasil di Piala Dunia 2026. Ia berharap Selecao mampu menunjukkan performa lebih baik dibanding edisi sebelumnya dan kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
"Persaingan sangat ketat, tapi secara pribadi saya berharap Brasil bisa melaju jauh. Semua tahu Brasil selalu difavoritkan menjadi juara karena sudah beberapa kali menjuarai dunia," ucapnya.
"Meskipun banyak pemain muda yang mungkin belum dikenal luas, saya berharap Brasil tampil lebih baik dibanding Piala Dunia sebelumnya," tambahnya.
Dutra juga menyoroti keputusan Brasil memanggil Neymar yang masih dalam proses pemulihan cedera. Menurutnya, pengalaman sang pemain yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Brasil bisa menjadi aset penting jika ia mampu kembali ke kondisi terbaik.
"Brasil memanggil Neymar meskipun dia masih cedera. Orang Brasil tentu berharap dia bisa bermain karena dengan pengalamannya, dia bisa memberi kontribusi besar untuk tim. Tapi tentu harus dilihat dulu kondisi fisiknya, karena kita belum tahu bagaimana keadaannya nanti di Piala Dunia," tutup Dutra.