TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan respons yang lebih positif terhadap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Penilaian tersebut disampaikan Mahfud melalui akun media sosial X miliknya pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Mahfud, terdapat dua langkah penting yang dilakukan Prabowo dalam dua hari terakhir yang menjadi perhatian publik.
"Dalam dua hari terakhir ini terlihat Presiden Prabowo mulai merespons positif suara masyarakat," tulis Mahfud.
Soroti Pidato Hari Lahir Pancasila
Mahfud menilai momentum pertama terlihat saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.
Menurutnya, Prabowo tampil lebih fokus ketika menyampaikan pidato dengan berpedoman pada naskah yang telah disiapkan.
Langkah tersebut dinilai membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih terarah dan mudah dipahami publik.
Pencopotan Dadan Hindayana Jadi Perhatian
Selain pidato Hari Lahir Pancasila, Mahfud juga menyoroti keputusan Presiden Prabowo yang mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Mahfud, keputusan tersebut menjadi respons terhadap berbagai sorotan publik yang selama ini mengarah kepada lembaga tersebut.
"Kedua, pada 2 Juni 2026 beliau mencopot Kepala BGN yang memang banyak disorot," lanjut Mahfud.
Pernyataan itu muncul setelah pemerintah mengumumkan pergantian pimpinan BGN pada Selasa malam.
Dadan Hindayana Resmi Dicopot
Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.
Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga turut diganti.
Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari di Istana Negara.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Sementara posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Eddy Trenggono.
Pemerintah menyebut pergantian tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kinerja lembaga selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Kantor BGN Digeledah Kejagung
Di tengah pergantian pimpinan tersebut, Kantor Badan Gizi Nasional di Jakarta Pusat turut menjadi perhatian setelah digeledah penyidik Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan keterangan petugas keamanan yang bertugas di lokasi, tim penyidik tiba sejak sekitar pukul 02.00 WIB menggunakan tiga kendaraan.
Setelah tiba, penyidik disebut langsung menuju ruang pimpinan dan melakukan sterilisasi sejumlah area kantor selama proses penggeledahan berlangsung.
Akibatnya, aktivitas pegawai sempat dibatasi dan sebagian karyawan hanya diperbolehkan menunggu di area lobi gedung.
Hingga kini, Kejaksaan Agung belum memberikan penjelasan resmi terkait barang bukti yang dicari maupun perkara yang menjadi dasar penggeledahan tersebut.