The Gunners berpeluang mendapatkan pemain muda berbakat dengan harga yang sangat menguntungkan.
Musim Leicester City bisa dibilang menjadi bencana di segala aspek, dengan degradasi ke League One menjadi titik terendah bagi klub yang satu dekade lalu pernah meraih gelar juara Liga Premier.
Gary Rowett gagal menyelamatkan situasi, dan The Foxes kini akan bermain di divisi ketiga untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.
Meskipun begitu, masih ada beberapa titik terang di tengah kegelapan di Stadion King Power.
Pemain remaja Jeremy Monga berhasil menembus tim utama di Championship musim ini, tampil mengesankan dalam 25 pertandingan liga.
Pemain berusia 16 tahun itu hanya menjadi starter dalam tujuh pertandingan—mencetak satu gol dan memberikan dua assist—namun sudah cukup menunjukkan bakat besar yang dimilikinya.
Monga dikaitkan dengan rencana transfer ke Arsenal, dan konfirmasi degradasi Leicester bisa mempermudah langkah klub Liga Premier tersebut untuk mendatangkannya.
The Foxes kini berada dalam situasi keuangan yang sulit, setelah mencairkan pembayaran parasut Liga Premier terakhir mereka pada Januari dengan meminjam uang dari bank menggunakan pendapatan masa depan sebagai jaminan.
Hal ini bisa berarti mereka harus menjual aset paling berharga kepada penawar tertinggi untuk menekan biaya dan mendapatkan dana dari para pemain yang kemungkinan besar ingin tampil di level yang lebih tinggi.
Monga, meskipun masih tergolong belum banyak dikenal, termasuk di antara pemain yang bisa memberikan pemasukan bagi Leicester.
Namun, kekuatan negosiasi klub kini jauh melemah, dan klub-klub besar kemungkinan sudah mulai mengincar peluang.
Arsenal—bersama Manchester City dan Manchester United yang juga dikabarkan tertarik pada Monga—kini mungkin melihat kesempatan untuk merekrut pemain muda potensial tersebut dengan biaya relatif rendah.
Jika Leicester berhasil mempertahankan Monga untuk sementara waktu, ia hampir pasti akan menjadi pemain kunci di League One.
Apabila ia bertahan dan membantu Leicester promosi, nilai pasarnya tentu akan meningkat kembali—namun kepindahan ke klub Liga Premier tampaknya menjadi hal yang tak terelakkan bagi lulusan akademi Leicester ini.