Penjualan Tembus Puluhan Miliar Rupiah, Properti di Kalsel Tetap Jadi Primadona Investasi
Dodi Hasanuddin June 03, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perlambatan ekonomi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ternyata belum sepenuhnya menggerus minat masyarakat untuk berinvestasi di sektor properti.

Di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, permintaan hunian dan ruang usaha justru menunjukkan tren positif, bahkan mencatat lonjakan penjualan yang cukup signifikan pada awal tahun 2026.

Fenomena tersebut diungkapkan Project Manager CitraGarden Banjarmasin, Sigit Amin Andryan.

Baca juga: Asa Baru Kaum Komuter: MRT Lintas Timur-Barat Mulai Digarap, Properti Bakal Melejit!

Menurut dia, kondisi pasar properti memang mengalami perlambatan seiring tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tapi situasi tersebut belum membuat aktivitas transaksi berhenti.

"Pergerakan pasar memang sedikit mengalami perlambatan, tetapi tidak stagnan total. Karena pertumbuhan ekonomi di akhir 2025 masih di atas 5 persen, jadi pasar properti, khususnya di Kota Banjarmasin masih tetap bergerak," kata Sigit, Rabu (3/6/2026).

Sigit menjelaskan, segmen rumah menengah dengan harga di bawah Rp 1 miliar masih menjadi incaran konsumen. 

Tidak hanya berasal dari Kota Banjarmasin, pembeli juga datang dari sejumlah daerah penyangga seperti Batulicin hingga wilayah Hulu Sungai.

Baca juga: Pengembangan Hunian Modern Dimulai dari Infrastruktur yang Matang

Menurut Sigit, ketidakpastian ekonomi justru membuat sebagian masyarakat mencari instrumen investasi yang dianggap lebih aman

 Properti menjadi salah satu pilihan karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

"Secara umum situasi ekonomi tidak terlalu berefek terhadap penjualan CitraLand Banjarmasin. Justru ada banyak orang yang memilih memutar uangnya ke properti karena dianggap lebih stabil," imbuhnya.

Pilihan masyarakat tersebut tercermin dari capaian penjualan pada kuartal pertama 2026.

Dalam periode Januari hingga Maret, nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 43 miliar. Angka itu melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp 6 miliar.

"Kalau dibandingkan Q1 tahun lalu, pertumbuhannya sekitar 600 persen," ungkap Sigit.

Kenaikan tersebut ditopang oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian kelas menengah dan produk komersial berupa rumah toko (ruko) yang dipasarkan pengembang.

Baca juga: Jadi Destinasi Ngabuburit, Bazar di Perumahan PHR Bekasi Dipadati Ratusan Pengunjung

Salah satu produk yang paling banyak diburu adalah ruko Miami Corner. Unit komersial yang dipasarkan dengan harga mulai Rp 1,9 miliar hingga Rp 3,6 miliar itu kini hampir habis terjual.

"Penjualan tertinggi kami di 2026 justru dari produk ruko. Untuk Miami Corner saat ini sudah hampir sold out dan tinggal tersisa satu unit," ujarnya.

Tingginya minat terhadap ruang usaha juga memunculkan optimisme terhadap prospek sektor komersial di Banjarmasin. 

Bahkan sejumlah calon pembeli mulai menantikan proyek berikutnya yang akan diluncurkan.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, pengembang saat ini tengah mengembangkan kawasan pertokoan baru bernama Capital Center.

Kawasan itu dirancang sebagai pusat aktivitas bisnis yang dipadukan dengan fasilitas olahraga dan area kuliner dalam satu lingkungan terpadu.

Di kawasan tersebut telah beroperasi berbagai tenant dari sektor pendidikan, kuliner, playground hingga jasa layanan masyarakat.

Baca juga: Mitigasi Banjir Jadi Prioritas, Kawasan Hunian di Parung Panjang Perkuat Infrastruktur Drainase

Sementara itu, pada segmen hunian, rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar juga masih menunjukkan daya tarik yang kuat.

Sebanyak 20 unit rumah yang dipasarkan melalui proyek CitraGarden Banjarmasin dengan luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah 96 hingga 102 meter persegi dilaporkan habis terjual pada kuartal pertama tahun ini.

Tingginya permintaan membuat pengembang bersiap meluncurkan klaster baru pada semester kedua 2026. Langkah tersebut dilakukan setelah beberapa kawasan hunian sebelumnya, seperti Cluster The Voila dan Cluster Estrella, telah habis terjual.

Saat ini masih tersedia beberapa unit siap huni, di antaranya tipe New Rome sebanyak dua unit dan satu unit kavling.

Menariknya, sekitar 70 persen pembeli produk terbaru berasal dari penghuni lama yang kembali melakukan pembelian. 

Kondisi itu menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen yang cukup tinggi terhadap kawasan tersebut.

Baca juga: Sawangan Depok Kian Dilirik, Hunian Baru dengan Standar Jepang Kembali Dirilis 

Menurut Sigit, salah satu faktor yang mendorong minat masyarakat adalah tersedianya fasilitas yang lengkap dalam satu kawasan.

Penghuni tidak hanya mendapatkan rumah, tetapi juga akses terhadap berbagai layanan penunjang kebutuhan sehari-hari.

"Di dalam kawasan sudah ada rumah sakit, sekolah dari playground sampai SMA, kawasan pertokoan, kawasan olahraga, masjid, foodcourt, hingga area hiburan anak," jelasnya.

Saat ini kawasan tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti Ciputra Mitra Hospital, Sekolah Mitra Kasih mulai tingkat playground hingga SMA, pusat olahraga, area kuliner, tempat ibadah, kawasan hiburan keluarga serta area komersial modern.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga minat masyarakat terhadap produk properti di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.