TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Fakta baru kasus pembunuhan terhadap Chairul Anwar (65) di Masjid At Taqwa, Jalan Trio Panca, Dusun Sungai Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang pada Selasa 2 Juni 2026 pagi WIB.
Korban, Chairul Anwar ternyata merupakan keluarga dari terduga pelaku, Imam Arif Billah (31).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dusun Sungai Soga, Haris,
Haris menyebut korban dan pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan meski bukan keluarga dekat.
"Masih ada hubungan keluarga," kata Haris kepada TribunPontianak.co.id, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti pembunuhan yang menewaskan Chairul Anwar seusai melaksanakan salat subuh di Masjid At Taqwa.
• Terungkap! Korban dan Pelaku Pembunuhan di Bengkayang Ternyata Masih Kerabat, Diserang Pakai Sajam
Menurut pengakuan dari saksi mata sekaligus Muazin, Farhani, menceritakan sebelum terjadinya pembunuhan di Masjid At Taqwa tersebut.
Ia mengungkapkan detik-detik mencurigakan yang dilakukan terduga pelaku sebelum korban tewas diserang.
Menurut saksi, pada Selasa dini hari, ia datang ke masjid untuk melaksanakan Salat Subuh.
Namun saat berada di masjid, terduga pelaku sudah lebih dulu berada di lokasi.
"Saya mau pergi salat ke masjid. Saat itu lampu tiba-tiba mati. Ketika hendak melaksanakan Salat Subuh, tiba-tiba Pelaku ini sudah berada di dalam masjid," katanya saat ditemui TribunPontianak.co.id, di lokasi kejadian, Selasa siang WIB.
Saksi mengaku merasa ada kejanggalan ketika pelaku memaksanya untuk mengumandangkan azan, padahal waktu Subuh saat itu disebut belum masuk.
Usai azan dikumandangkan, saksi dan pelaku sempat melaksanakan salat sunnah dua rakaat di dalam masjid.
• Tragedi Mengerikan di Bengkayang: Warga Geger Temukan Korban Tak Bernyawa dengan Kondisi Tragis
Setelah itu, pelaku meminta saksi untuk segera pulang dan mengosongkan masjid.
"Pelaku juga ikut salat dua rakaat di samping saya. Setelah selesai salat, dia menyuruh saya pulang ke rumah dan mengosongkan masjid," ungkapnya.
Saat itu, saksi mengatakan korban belum berada di lokasi.
Saksi kemudian pulang ke rumah dan sempat mengingatkan beberapa warga yang hendak menuju masjid agar kembali ke rumah karena merasa khawatir dengan situasi yang terjadi.
Tidak lama setelah berada di rumah, saksi mendengar kabar bahwa telah terjadi penyerangan di masjid.
Warga yang sebelumnya ketakutan baru berani keluar setelah pelaku meninggalkan lokasi kejadian.
"Tidak lama setelah saya pulang, kemungkinan korban datang ke masjid untuk melaksanakan Salat Subuh. Saat itu saya sudah salat di rumah sehingga tidak melihat kedatangan korban. Anak korban juga sempat datang menyusul," jelasnya.
Saat mendatangi tempat kejadian perkara, warga mendapati korban sudah tergeletak dengan luka parah akibat serangan senjata tajam.
"Kami melihat korban sudah tergeletak dan senjata tajam masih menancap di bagian dada korban," tutupnya.
Sebelumnya, Haris mengungkap berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada motif dendam pribadi yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Imam Arif Billah diduga merupakan pengguna aktif narkoba dan saat kejadian berada dalam kondisi sakau.
"Sejauh yang kami ketahui tidak ada masalah pribadi. Motifnya diduga karena yang bersangkutan merupakan pengguna aktif narkoba dan sedang dalam kondisi sakau," kata Haris.