Jakarta (ANTARA) - Setelah penantian selama 40 tahun, Irak akhirnya kembali tampil dalam putaran final Piala Dunia dalam edisi 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 12 Juni - 20 Juli, lewat jalur panjang kualifikasi dan playoff.

Laman FIFA pada Kamis menyatakan ini partisipasi kedua Singa Mesopotamia dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia itu setelah edisi 1986 di Meksiko.

Negara Asia Barat itu harus melalui rangkaian kualifikasi berliku sebelum bergabung di Grup I dalam putaran final.

Perjalanan Irak dimulai dari putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Mereka tampil impresif dengan menyapu bersih enam pertandingan dan lolos ke putaran berikutnya.

Namun, performa yang tidak konsisten pada putaran ketiga membuat Irak gagal lolos otomatis setelah terpaut satu poin dari posisi lolos langsung.

Harapan Irak berikutnya adalah putaran keempat Kualifikasi Asia.

Mereka menang 1-0 melawan Indonesia dan imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada Oktober 2025, tapi kalah selisih gol dalam perebutan tiket langsung.

Irak harus menjalani putaran kelima melawan Uni Emirat Arab, sebelum melaju ke playoff antarbenua.

Dalam playoff di Monterrey, Meksiko, Singa Mesopotamia mengalahkan Bolivia 2-1 berkat gol Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein, yang membuat Irak tim terakhir yang merebut tiket Piala Dunia 2026.

Irak debut pada di Meksiko pada 1986 dan bergabung dalam grup yang diisi Paraguay, Belgia, dan tuan rumah Meksiko.

Mereka menelan tiga kekalahan sehingga tersingkir. Gol Ahmed Radhi ke gawang Belgia, hingga kini menjadi satu-satunya gol Irak dalam putaran final Piala Dunia.

Dalam empat dekade terakhir, Irak berkembang menjadi salah satu kekuatan sepak bola Asia.

Prestasi terbesar mereka adalah Piala Asia 2007 setelah mengalahkan Arab Saudi pada final. Mereka juga beberapa kali tampil kompetitif di level regional dan kontinental.

Irak datang dengan modal positif setelah melewati salah satu jalur kualifikasi terpanjang di Asia.

Pelatih Graham James Arnold menjadi sosok penting di balik keberhasilan Irak.

Arnold sebelumnya membawa Australia mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2022 sebelum dipilih menangani Irak pada 2025.

Sejumlah pemain menjadi andalan Irak, termasuk ujung tombak serangan Aymen Hussein, yang juga salah satu pencetak gol terbanyak Irak dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu ada Ali Al-Hamadi yang mencetak gol penting saat playoff melawan Bolivia.

Di lini tengah, kreativitas permainan banyak bertumpu pada Zidane Iqbal dan Amir Al-Ammari, sedangkan winger muda Ali Jasim menjadi salah satu talenta yang menarik perhatian.

Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Irak untuk membukukan sejarah baru. Setelah 40 tahun menanti, generasi baru Singa Mesopotamia berpeluang melampaui pencapaian terdahulunya,dengan meraih kemenangan pertama Irak.

Irak bergabung dalam Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia. Grup itu menjadi tantangan berat Singa Mesopotamia yang berstatus nonunggulan.

Skuad Irak:

Pelatih: Graham James Arnold

Kiper: Fahad Talib, Jalal Hassan, Ahmed Basil.

Bek: Rebin Ghareeb, Hussein Ali, Zaid Tahseen, Akam Hashim, Munaf Younus, Ahmed Yahya, Merchas Doski, Mustafa Sadoon, Frans Putros.

Gelandang: Youssef Amyn, Ibrahim Bayesh, Zidane Iqbal, Amir Al-Ammari, Kevin Yakob, Aimar Sher, Zaid Ismeil.

Pemain depan: Ali Al-Hamadi, Mohanad Ali, Ahmed Qasim, Ali Yousif, Ali Jasim, Aymen Hussein, Marko Farji.

Jadwal pertandingan Irak di Grup I Piala Dunia 2026:

- Rabu, 17 Juni, 05.00 WIB, melawan Norwegia.

- Selasa, 23 Juni, 04.00 WIB, melawan Prancis.

- Sabtu, 27 Juni, 02.00 WIB, melawan Senegal.