Leukemia merupakan jenis kanker darah yang menyebabkan pertumbuhan pesat sel darah abnormal. Jenis leukemia myeloid memengaruhi perkembangan awal sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, sementara leukemia limfositik menyebabkan perkembangan abnormal sel darah putih,
Produksi sel darah abnormal yang cepat menyebabkan berbagai gejala. termasuk yang memengaruhi kulit.
Tanda Kanker Darah yang Bisa Muncul Lewat Perubahan Kulit
Dikutip dari laman Everyday Health dan Medical News Today, berikut sejumlah tanda kanker darah yang bisa muncul di kulit.
1. Mudah Memar
Seorang ahli hematologi-onkologi dan kepala bagian leukemia di Baptist Health Miami Cancer Institute, Firas El Chaer, MD, mengatakan bahwa memar dan berdarah yang terkait dengan kanker darah terjadi karena jumlah trombosit yang rendah. Penyakit ini memengaruhi produksi trombosit tubuh, yang biasanya membentuk bekuan darah untuk menghentikan pendarahan.
Berbeda dengan memar biasa, memar karena kanker darah lebih sering dan tidak selalu diakibatkan terbentur sesuatu. Kendati demikian memar bukan gejala yang hanya dialami oleh pengidap leukemia.
2. Folikulitis
Folikulitis merupakan infeksi bakteri yang muncul sebagai benjolan gatal seperti jerawat. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Saat leukemia menghambat perkembangan sel darah putih dewasa yang berfungsi melawan infeksi, tubuh menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi kulit.
3. Kurap (Tinea)
Kurap atau tinea merupakan infeksi jamur pada kulit. Kondisi tersebut sangat menular dan menyebar melalui kontak dengan kulit seseorang yang sedang terinfeksi. Penyakit ini juga bisa menyebar di lingkungan yang hangat dan lembab. Pengidap kanker darah juga lebih rentan terhadap infeksi jamur seperti kurap, sebab kekebalan tubuh yang lemah.
4. Vaskulitis
Vaskulitis terjadi saat pembuluh darah tubuh dan area di sekitar pembuluh darah membengkak dan meradang. Kondisi ini bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang mengakibatkan kerusakan pada berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sistem pencernaan, paru-paru, dan lain sebagainya.
Para ahli belum mengetahui secara pasti mengapa vaskulitis berkembang, meski mereka mengakui hal tersebut bisa terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh. Kanker daah menjadi salah satu penyebab mengapa vaskulitis bisa terjadi dan menimbulkan masalah kulit.
Saat muncul di kulit, vaskulitis dapat terlihat seperti bintik-bintik merah, ungu, atau coklat. Bintik ini muncul karena pendarahan yang terjadi di bawah kulit.
5. Leukemia Cutis
Leukemia cutis bisa terjadi pada stadium lanjut leukemia. Gejalanya berupa bintik-bintik kecil menyerupai ruam. Kemungkinan pengidapnya juga merasakan adanya:
- Papula (benjolan kecil dan padat) pada kulit
- Benjolan kenyal atau keras
- Eritroderma, peradangan kulit yang meluas dan bisa mengancam jiwa
Lesi (area jaringan tubuh yang abnormal atau rusak akibat cedera, infeksi, atau penyakit.) yang muncul pada kulit bisa berwarna merah, coklat, kuning, biru, abu-abu, atau ungu.
Kanker Darah Banyak Dialami Anak-anak
Menurut data dari Global Burden of Cancer pada tahun 2008-2022, jenis kanker yang banyak ditemui pada anak adalah kanker darah. Pemicunya belum benar-benar bisa dipastikan, namun salah faktor risiko yang perlu diwaspadai adalah obesitas, yang menyebabkan anak mengalami inflamasi atau peradangan kronis.
"Jadi obesitas itu diidentifikasi sebagai faktor risiko. Kita tahu bahwa obesitas itu banyak lemak, itu peradangan kronis. Jadi kelebihan jaringan lemak pada tubuh dapat menyebabkan kronik inflamasi, peradangan kronis ya," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga Prof Dr dr I Dewa Gede Ugrasena SpA (K).
Peradangan pada anak disebut bisa mendukung pertumbuhan sel abnormal yang menjadi bibit kanker. Terlebih, anak dengan obesitas umumnya juga mengalami gangguan keseimbangan hormon dan metabolisme.
Hal ini kerap diikuti dengan peningkatan kadar insulin. Ketika kedua gangguan ini terjadi, risiko munculnya sel abnormal yang berkembang menjadi kanker sulit dihindari.
"Jadi yang kita tahu bahwa insulin dan insulin growth factor ini, keduanya berperan di dalam pertumbuhan sel. Jadi gangguan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya mutasi atau proliberasi yang tidak terkendali nanti yang bisa menyebabkan timbulnya kanker," katanya.
Meski demikian, dirinya menambahkan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikan keterkaitan keduanya.





