Tragedi Berdarah, Pria Bangkalan Tewas di Tangan Kakak Ipar, Semua karena Masalah Kandang Ayam
Januar June 04, 2026 07:14 AM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Tragedi berdarah terjadi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Rabu (3/6/2026) malam. 

SF (40) meregang nyawa dalam perjalanan menuju RSUD Syamrabu setelah perut kirinya robek akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan kakak iparnya sendiri, menyusul perselisihan yang dipicu masalah kandang ayam.

Suara derit roda brankar atau ranjang dorong sayup terdengar ketika membawa jasad pria dari ruang IGD menuju Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu sekitar pukul 22.00 WIB. 

Pria itu merupakan korban penganiayaan, berinisial SF (40), warga Desa Soket Laok.
 
Dari sebuah teras di sisi Selatan gedung pemulasaran jenazah, terdengar pula teriakan lirih dari isterinya yang terus memanggil nama korban. Bahkan korban disebut kondisinya tidak meninggal dunia. 

"Pria yang meninggal itu adik ipar, sementara pria yang kabur (pelaku) adalah kakak iparnya. Jadi isteri dari keduanya merupakan saudara kandung," ungkap seorang pria yang beberapa berupaya menenangkan isteri korban. 

Baca juga: Malang Berdarah, Pedagang Ayam di Madyopuro Tega Bacok Sesama Penjual, Bermula dari Sakit Hati

Informasi awal yang dihimpun, kakak ipar yang diduga sebagai pelaku tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam itu berinisial JL (50), warga setempat. 

Dugaan sementara, perkara penganiaan di halaman rumah korban dipicu karena persoalan kandang ayam.

Baik korban maupun terduga pelaku, tinggal dalam satu rumah. Namun dalam kesehariannya, terduga pelaku JL kerap beraktivitas di Surabaya. 

Saat pulang, korban SF sempat bersalaman dengan terduga pelaku namun malah disambut dengan ayunan senjata tajam yang mengenai perut sisi kiri.
 
Kegiatan otopsi terhadap jasad korban SF berlangsung lebih dari dua jam, berakhir hingga pukul 00.20 WIB, Kamis (4/6/2026). Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit. 
 l
Spesialis Forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharta mengungkapkan, hasil otopsi ditemukan ada luka robek pada bagian perut sisi kiri sepanjang 20 Centimeter akibat senjata tajam. 

"Luka luarnya hanya satu yang di perut sebelah kiri. Kemudian hasil otopsi, cuma ada robekan pada usus halus,. Itu yang menjadi penyebab kematian, tidak ada luka lain, satu luka tetapi lebar. Kalau melihat dari lukanya, sabetan senjata tajam dari arah depan," singkat dr Edy.  

Hingga pukul 01.30 WIB, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi atas perkara tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial JL. 

Selain itu, polisi juga telah melakukan olah TKP sekaligus membentangkan police line mengelilingi teras rumah korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.