Haji 2026, 10 Kloter Sudah Tiba di Tanah Air Melalui Debarkasi Surabaya, 2 Jemaah Ditinggal
Januar June 04, 2026 07:14 AM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebanyak 3.791 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Indonesia melalui Debarkasi Surabaya hingga Rabu (3/6/2026). 

Kepulangan yang telah memasuki Kloter 10 itu berlangsung lancar, meski lima jemaah dilaporkan wafat di Arab Saudi dan dua lainnya masih menjalani perawatan medis di Tanah Suci. 

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Asadul Anam menuturkan bahwa operasional pemulangan jamaah hingga hari ketiga berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh unsur pelayanan yang terlibat.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji hingga Kloter 10 berjalan tertib dan lancar. Seluruh layanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya terus dioptimalkan untuk memastikan jamaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar," kata Anam.

Baca juga: Jemaah Haji Trenggalek Meninggal di Hotel Usai Beribadah, Padahal Tak Punya Keluhan Serius

2 Jemaah Ditinggal karena Sakit

Selama proses debarkasi hingga Kloter 10, tercatat lima jamaah wafat di Arab Saudi. Sementara dua jemaah terpaksa ditinggal karena sakit di Arab Saudi. Dua yang sakit ini dirawat di RS di Tanah Suci.

Keduanya belum dapat dipulangkan bersama Kloternya karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Keduanya adalah:

1. Abdul Djala (67 tahun), asal Kabupaten Probolinggo, Kloter 1, yang masih menjalani perawatan di RS Al-Noor akibat penyakit diabetes.

2. Mohammad Dzikri Muiz (65 tahun), asal Kabupaten Probolinggo, Kloter 4, yang masih menjalani perawatan di RS Jeddah karena kanker.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi jamaah ini. Kami berharap seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera pulih dan dapat dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat,” kata Anam.

Jemaah Tertua

Pada musim haji tahun ini, PPIH Debarkasi Surabaya mencatat jemaah termuda atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13 tahun) asal Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 86. Sementara jamaah tertua adalah Marsiyah Salim (104 tahun) asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 112.

Total jemaah dan petugas yang direncanakan kembali melalui Debarkasi Surabaya berjumlah 44.000 orang, terdiri atas 43.237 jemaah,  160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas yang tergabung dalam 116 kloter.

PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah selama proses pemulangan berlangsung, mulai dari penerimaan kedatangan di bandara, pelayanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya, hingga proses kepulangan jemaah menuju daerah asal masing-masing. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.