BOLASPORT.COM - Tampil dengan skuad eksperimental, timnas Italia susah payah kalahkan Luksemburg lewat gol tunggal Francesco Pio Esposito.
Agenda FIFA Matchday awal Juni menandakan era baru timnas Italia pasca-kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Gli Azzurri melakukan revolusi besar-besaran untuk menata ulang persepakbolaan mereka dari nol, dimulai dengan lawatan ke markas timnas Luksemburg.
Mentas di Stade de Luxembourg, Rabu (3/6/2026) waktu setempat, Italia susah payah menundukkan tuan rumah yang notabene salah satu kurcaci di Eropa.
Setelah Gennaro Gattuso lengser, kendali kepelatihan La Nazionale dipegang bos interim, Silvio Baldini.
Ia benar-benar memanfaatkan agenda uji coba kali ini sebagai medan percobaan guna menjajal para pemain muda.
Dari 25 pemain yang dipanggil ke skuad, hanya empat orang yang sudah berpengalaman mencicipi penampilan di timnas senior Italia.
Mereka ialah kiper Gianluigi Donnarumma yang bertindak sebagai kapten sekaligus personel paling senior (81 caps), bek Marco Palestra (2), gelandang Niccolo Pisilli (2), dan bomber Francesco Pio Esposito (7).
Selebihnya atau 21 personel berkesempatan menjalani debut di pertandingan ini!
Delapan pemain di antaranya bahkan dicomot dari klub kasta bawah Liga Italia.
Di luar Donnarumma (27 tahun), personel Gli Azzurri dalam skuad eksperimental ini berusia 22 tahun ke bawah sehingga layak disebut timnas U-22 Italia.
Kehadiran mayoritas pemain yang belum matang itu membuat kualitas permainan Italia sebanding dengan tim peringkat 93 yang selalu kalah di grup Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Babak pertama berakhir tanpa gol, di mana tujuh upaya yang dilancarkan Gli Azzurri berbanding tiga ancaman Luksemburg.
Striker paling berpengalaman di skuad pemula ini, Pio Esposito, memimpin serangan Italia dengan peluang pertamanya di menit ke-24.
Sebuah tembakan back-heel bomber bongsor milik Inter Milan tersebut mengirim bola beberapa sentimeter saja di samping gawang.
Tak lama, pemuda 20 tahun itu kembali bikin peluang emas saat tembakan volinya juga meleset dari sasaran.
Pisilli menambah frekuensi ancaman melalui tembakan dari sudut sempit yang hanya membidik sisi luar jaring.
Tambahan peluang dari Luca Koleosho dan Pio Esposito di akhir babak pertama belum mampu memecah telur.
Di babak kedua, skor akhirnya berubah untuk keunggulan timnas Italia.
Gagal menapatkan gol dari situasi permainan terbuka, set-piece menjadi andalan pemecah kebuntuan.
Sebuah eksekusi korner jitu dari Pisilli berhasil dipantulkan kepada Pio Esposito dan berbelok masuk ke gawang.
Ia mendapatkan gol keempatnya bagi Azzurri dalam penampilan kedelapan.
Italia menambah gempuran. Peluang emas dari tembakan Pisilli di dalam kotak penalti mentah kena tiang gawang.
Menyusul tendangan Seydou Fini yang melontarkan bola ke ke udara walaupun berada dalam posisi bebas menembak.
Di sisa pertandingan, tak ada tambahan gol dari Italia maupun Luksemburg walau sama-sama menambah kesempatan.
Timnas Italia pulang dengan kemenangan tipis 1-0 untuk menandakan rezim baru La Nazionale dengan menurunkan total 15 pemain debutan.
Berikutnya, skuad muda Negeri Piza akan menutup agenda uji coba bulan ini dengan bertamu ke kandang timnas Yunani, Minggu (7/6/2026).
Setelah jadwal dua partai FIFA Matchday Juni kelar, publik Italia bersiap menyaksikan tim-tim peserta Piala Dunia 2026 dari rumah masing-masing saja.
Hasil pertandingan
Luksemburg 0-1 Italia (Francesco Pio Esposito 49')
Susunan pemain
Luksemburg (4-5-1): 1-Moris; 18-Jans, 2-Korac, 13-Carlson, 17-Michael Pinto (Mahmutovic 67'); 15-V. Thill (S. Thill 77'), 8-Martins, 19-Olesen (Goncalves 86'), 6-Moreira (Duarte 86'), 7-Bohnert (Kadamani 66'); 10-Sinani (Curci 86'). Pelatih: Strasser
Italia (4-3-3): 1-Donnarumma; 22-Favasuli (Fortini 67'), 4-Chiarodia, 15-Comuzzo (Mane 76'), 3-Bartesaghi (Ahanor 90'); 10-Ndour, 5-Lipani (Dagasso 76'), 21-Pisilli; 7-Cherubini (Fini 67'), 9-Pio Esposito (Camarda 76'), 11-Koleosho (Inacio 90'). Pelatih: Baldini