Prabowo Akan Perkuat Kejagung, KPK hingga BPKP Untuk Awasi Mitra MBG: Berapa Personel Kau Butuh?
Acos Abdul Qodir June 04, 2026 06:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak melakukan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Kepala Negara meminta seluruh mitra menjalankan tata kelola anggaran dengan baik dan tidak mencoba melakukan penyelewengan demi pemenuhan nutrisi anak-anak sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (3/6/2026)

Dalam arahannya, Prabowo melontarkan peringatan keras kepada oknum penyedia katering atau mitra kerja yang berniat melakukan tindakan curang.

“Kalaupun saudara mitra yang brengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan, kembalilah ke jalan yang benar. Kembalilah ke jalan yang benar,” kata Prabowo di atas podium.

Presiden meminta para mitra yang merasa melakukan penyelewengan anggaran untuk segera melaporkan diri dan mengakui kesalahan secara terbuka.

Prabowo menegaskan pemerintah akan memberikan kesempatan bagi mereka yang cepat melapor, namun tindakan hukum tanpa kompromi akan tetap dijatuhkan bagi oknum yang bersikeras menyembunyikan kecurangan.

“Saudara yang cepat-cepat lapor, ngaku, insyaallah selamat,” ucapnya.

Baca juga: Peringatan Prabowo ke Mitra MBG: Potong Ayam Lebih dari 14 Itu Dosa!

Prabowo mengingatkan jajarannya untuk tidak mencoba mengakali aturan karena aparat penegak hukum akan bergerak melakukan penindakan.

“Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pinter dari NKRI, ya coba aja,” tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Guna membentengi program Makan Bergizi Gratis dari risiko korupsi, Prabowo mengumumkan strategi penguatan kelembagaan di sektor pengawasan dan penegakan hukum negara. Secara spesifik, Presiden Prabowo langsung menanyakan kesiapan para pimpinan lembaga teras nasional serta menjanjikan pemenuhan kebutuhan personel maupun anggaran tambahan tanpa pengecualian.

“Kepala BPKP, apa yang kau butuh kalau kau perlu tambahan personel? Berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor, saya penuhi. Jaksa Agung! Berapa saja yang kau perlu, saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung ya. BPKP, KPK semua penegak hukum harus kita perkuat,” katanya.

Langkah penguatan instrumen hukum ini ditegaskan Prabowo dilakukan demi menjaga wibawa institusi pemerintah sekaligus memastikan anggaran negara tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri! Saya tidak mau uang rakyat dicuri!,” tuturnya.

Sebagai penutup, Presiden memberikan garansi integritas bahwa ia tidak akan tebang pilih dalam memberantas praktik pelanggaran hukum.

Tindakan tegas dipastikan tetap berlaku sekalipun penyelewengan tersebut kedapatan dilakukan oleh jajaran pejabat yang dekat atau ditunjuk langsung oleh dirinya sendiri.

“Dan tidak ada, tidak ada pengecualian. Saya katakan berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.