Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan dan difavoritkan untuk kembali meraih gelar, namun di hati Rony Esar Feliks Beroperay, kecintaannya tetap tertuju pada Tim Nasional Brasil.
Hal tersebut diungkapkan mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah memperkuat Barito Putera itu ketika diminta pendapatnya mengenai prediksi di ajang sepak bola terbesar dunia yang digelar setiap empat tahun sekali ini.
Pemain yang berposisi sebagai bek kiri dan kini memperkuat Persinus Nusantara Banjarmasin di Liga 4 musim 2025–2026 itu mengaku, mimpinya adalah menyaksikan idolanya, Neymar, menghadapi Lionel Messi dan rekan-rekannya di partai final.
“Saya ini penggemar berat Neymar dan Brasil, tapi saya menjagokan Argentina untuk menjadi juara di Piala Dunia 2026 nanti,” ujarnya sambil tersenyum.
Rony menambahkan, meskipun akan berhadapan dengan tim favoritnya, ia meyakini sang juara bertahan memiliki peluang besar untuk kembali membawa pulang trofi ke Buenos Aires.
Argentina datang ke turnamen kali ini dengan tekad kuat mempertahankan gelar. La Albiceleste sebelumnya mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun saat menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana kapten mereka, Lionel Messi, menegaskan warisan luar biasanya di panggung dunia.
Sebagai penggemar sepak bola sekaligus mantan pemain, Rony menilai status juara bertahan membuat Argentina berada pada posisi yang sangat kuat. “Argentina itu punya mental juara yang luar biasa, ditopang pemain-pemain berkualitas,” tutur pemain kelahiran 25 Februari 1992 tersebut.
Lionel Messi dan kawan-kawan juga memiliki fondasi tim yang solid sejak empat tahun lalu saat mereka mengangkat trofi. Menurut mantan pemain Persipura Jayapura itu, Argentina memiliki keseimbangan tim yang baik, organisasi permainan matang, kedalaman skuad yang merata, serta budaya menang yang sudah terbentuk.
“Selain itu, chemistry antar pemain juga sudah teruji di pertandingan-pertandingan besar,” ujar Rony yang merupakan bagian dari Timnas U23 Indonesia saat meraih medali perak di SEA Games 2013.
Meski menjagokan Argentina, Rony mengakui bahwa kecintaannya terhadap Brasil tidak berkurang. Ia mengatakan bahwa Brasil selalu memiliki talenta hebat di setiap generasi. Kehadiran Neymar, menurutnya, tetap memberi dimensi berbeda bagi tim.
“Meskipun kita tahu Neymar sering cedera dan usianya tidak muda lagi, dia masih bisa menjadi pembeda di momen-momen penting yang menentukan jalan turnamen,” jelasnya.
Menurut laporan Standard.co.uk, Argentina tergabung di Grup J, grup yang dinilai tidak terlalu berat bagi mereka. Namun, Lionel Scaloni dan timnya akan berusaha menghindari kejutan seperti kekalahan dari Arab Saudi di laga pembuka Piala Dunia 2022 lalu, yang sempat mengguncang mereka sebelum akhirnya bangkit menjadi juara.
Minimnya jarak antar stadion di negara tuan rumah juga menjadi keuntungan tersendiri. Dua laga Argentina akan digelar di Texas, sementara pertandingan pembuka mereka berlangsung dekat dengan markas mereka di Kansas City. Hal ini memungkinkan Scaloni melakukan rotasi dan menjaga kebugaran pemain-pemain kunci, termasuk Messi, agar tetap segar untuk fase gugur. Di babak 32 besar, mereka berpotensi menghadapi Uruguay, dan mungkin Cristiano Ronaldo bersama Portugal di perempat final.
Scaloni berharap timnya tidak kehilangan ritme akibat kurangnya persaingan di fase grup, meski hal tersebut juga menjadi tantangan bagi beberapa kekuatan besar lainnya di turnamen dengan format 48 tim ini.
Bagi Argentina, mencapai semifinal setidaknya menjadi target minimal. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, mereka bisa saja berhadapan dengan Inggris atau Brasil di fase akhir.
Menurut prediksi superkomputer Opta, ada enam tim yang memiliki peluang besar menjuarai Piala Dunia 2026. Berdasarkan simulasi pra-turnamen, Prancis menjadi tim dengan peluang tertinggi sebesar 13,0 persen, disusul Inggris dengan 11,2 persen, dan Argentina di posisi ketiga dengan 10,4 persen.
Prancis tergabung dalam grup yang cukup sulit bersama Norwegia, Senegal, dan Irak di Grup I. Sementara itu, Argentina dan Inggris dinilai memiliki peluang besar untuk memuncaki grup masing-masing, dengan tingkat keberhasilan grup mencapai 73,0 persen untuk Argentina dan 67,9 persen untuk Inggris, dibandingkan 60,3 persen untuk Prancis.
Prancis disebut-sebut akan menjadi kekuatan utama di era baru sepak bola dunia. Pelatih Didier Deschamps, yang membawa Prancis juara pada 2018 dan finalis pada 2022, berpotensi menambah prestasi gemilangnya sebagai pelatih maupun mantan pemain yang juga mengangkat trofi pada 1998. Turnamen kali ini juga bisa menjadi ajang pembuktian bagi Kylian Mbappé, yang kini tampil produktif bersama Real Madrid.
Mbappé hanya berjarak empat gol untuk menyamai rekor 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose, setelah mencetak total 12 gol di dua edisi sebelumnya (empat pada 2018 dan delapan pada 2022).
Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026
Kiper: Emiliano Martinez, Geronimo Rulli, Juan Musso
Belakang: Gonzalo Montiel, Nahuel Molina, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, Leonardo Balerdi, Cristian Romero, Facundo Medina, Nicolas Tagliafico
Gelandang: Leandro Paredes, Rodrigo De Paul, Exequiel Palacios, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Giovani Lo Celso, Valentin Barco
Penyerang: Lionel Messi, Nicolas Paz, Thiago Almada, Nicolas Gonzalez, Giuliano Simeone, Lautaro Martinez, Jose Manuel Lopez, Julian Alvarez
Jadwal Pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026
(Banjarmasinpost.co.id)