Jan Oblak Buka Suara Soal Kemungkinan Hengkang dari Atletico Madrid, Tegaskan Masih Punya 'Beberapa Tahun Lagi' di Level Tertinggi
Budi Santoso June 04, 2026 10:08 AM

Jan Oblak akhirnya angkat bicara mengenai masa depannya di Atletico Madrid, menanggapi spekulasi yang menyebutkan bahwa ia mungkin akan meninggalkan klub setelah lebih dari satu dekade membela Los Rojiblancos. Meskipun masih terikat kontrak hingga 2028, posisi kiper asal Slovenia itu menjadi sorotan setelah musim yang penuh dengan inkonsistensi di lini pertahanan ibu kota Spanyol.

Oblak utamakan komitmen kontrak

Kiper berusia 33 tahun ini telah menjadi pilar utama dalam skuad asuhan Diego Simeone selama 12 tahun terakhir. Oblak bergabung dengan Atletico Madrid dari Benfica pada musim panas 2014 dengan nilai transfer €16 juta, menjadikannya kiper termahal dalam sejarah La Liga pada saat itu. Untuk pertama kalinya, masa depannya di Estadio Metropolitano tampak tidak sepasti sebelumnya. Meski klub menegaskan tidak akan memaksa ikon nomor satu mereka untuk pergi, keputusan akhir mengenai langkah selanjutnya tampaknya akan diambil melalui proses bersama antara sang pemain dan pihak manajemen.

Dalam wawancara dengan kanal Erika mengenai kemungkinan bertahan di klub, Oblak menyampaikan pandangannya dengan tenang. “Saya tidak ingin terlalu memikirkannya karena segala sesuatu akan terjadi pada waktunya. Apa yang sudah ditakdirkan akan terjadi. Saya tidak punya banyak pengaruh terhadap hal ini,” ujarnya.

Menghormati warisan Atletico Madrid

Meski rumor kepindahannya semakin kencang, Oblak menegaskan kesetiaannya terhadap klub yang telah ia bela sejak 2014. Selama periode tersebut, ia berhasil memenangkan satu gelar La Liga, satu trofi Liga Europa, serta Piala Super UEFA, dan telah menjadi salah satu sosok paling dihormati di ruang ganti. Status tersebut sangat ia hargai menjelang periode akhir kariernya.

“Saya memiliki kontrak dengan klub yang sudah saya bela selama 12 tahun. Saya telah menghormatinya sejak awal hingga sekarang, dan saya akan terus melakukannya di masa depan,” tambah Oblak.

Peran klub dalam pengambilan keputusan

Walau Oblak masih betah di Madrid, ia mengakui bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen olahraga Atletico Madrid. Pada musim 2025-26, ia tampil dalam 43 pertandingan di semua kompetisi, kebobolan 55 gol dan mencatatkan 11 kali nirbobol. Oblak menegaskan bahwa pihak klub harus menilai secara menyeluruh kebutuhan tim seiring dengan upaya mereka memasuki era baru di bawah asuhan Simeone atau mungkin pelatih penerusnya.

Pemain internasional Slovenia itu menambahkan: “Mereka juga harus mempertimbangkan semuanya. Pada suatu titik, mereka harus membuat keputusan tentang masa depan.”

Ia juga menegaskan ambisinya untuk menambah koleksi trofi bersama Los Rojiblancos, dengan mengatakan bahwa ia masih ingin “mencapai beberapa hal dengan klub ini yang belum saya capai,” meski performa pertahanan tim belakangan ini menurun.

Bertahan di level tertinggi

Di usia 33 tahun, Oblak menghadapi kritik dari sebagian pendukung yang menilai masa jayanya sudah lewat. Namun, pemegang enam trofi Zamora tersebut tetap yakin bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi selama beberapa musim ke depan dan menepis anggapan bahwa performanya mulai menurun.

“Saya rasa saya masih memiliki beberapa tahun lagi di level tertinggi karena saya merasa sangat baik,” tegas Oblak. Apakah masa itu akan dijalani di Metropolitano atau di klub lain masih menjadi tanda tanya, namun sang penjaga gawang menegaskan bahwa kondisi fisik dan motivasinya masih cukup kuat untuk memimpin tim papan atas Eropa di masa mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.