SURYA.CO.ID Nama Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menjadi perbincangan hangat setelah dirinya mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (3/6/2026).
Di tengah proses hukum terkait dugaan korupsi izin tinggal WNA, profil dan daftar kekayaan Silmy Karim pun turut menjadi sorotan publik.
Berdasarkan laporan LHKPN terbaru, pejabat yang dikenal hobi otomotif ini memiliki total aset yang fantastis. Berikut adalah rincian harta kekayaan Silmy Karim yang dilaporkan ke KPK.
Baca juga: Semalam Dipecat, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG
Berdasarkan data LHKPN periode 2025 (dilaporkan 14 Maret 2026), Silmy Karim tercatat memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp234.596.795.910.
Angka ini merupakan nilai setelah dikurangi hutang sebesar Rp8,9 miliar.
Kekayaan terbesar Silmy tersimpan dalam bentuk aset properti dan koleksi kendaraan mewah.
1. Aset Tanah dan Bangunan (Rp184 Miliar)
Silmy tercatat memiliki 11 bidang tanah dan bangunan yang didominasi berada di wilayah Jakarta Selatan.
Salah satu aset termahalnya adalah tanah dan bangunan seluas 743 m2/863 m2 di Jakarta Selatan yang ditaksir bernilai Rp43,5 miliar.
2. Koleksi Kendaraan Mewah dan Klasik (Rp8,4 Miliar)
Sebagai penggemar otomotif, isi garasi Silmy Karim cukup mencuri perhatian. Ia mengoleksi mobil mewah hingga motor gede, di antaranya:
Mercedes Benz G63 (2022): Senilai Rp6 miliar.
Dua Unit Harley Davidson (2003 & 1998): Masing-masing senilai Rp450 juta.
Mobil Klasik: Jeep CJ7 (1988), Mercedes Benz 280E (1979), dan Toyota Land Cruiser (1981).
3. Aset Lainnya
Selain properti dan kendaraan, Silmy juga memiliki:
Harta Bergerak Lainnya: Rp11,3 miliar.
Surat Berharga: Rp8,6 miliar.
Kas dan Setara Kas: Rp31 miliar.
Baca juga: Proyek Motor Listrik Rp1 Triliun Termasuk dalam Perkara Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Meski memiliki kekayaan melimpah, Silmy kini harus berurusan dengan penyidik KPK.
Penyerahan dirinya ke KPK merupakan buntut dari OTT yang menjerat Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah, terkait pengurusan dokumen izin tinggal WNA.
Kedatangan Silmy ke KPK pada pukul 22.35 WIB sempat diwarnai kericuhan antara ajudannya dengan wartawan.
Silmy yang mengenakan kemeja rapi memilih bungkam seribu bahasa saat ditanya mengenai keterlibatannya dalam aliran dana suap tersebut.
Pihak KPK sebelumnya telah meminta Silmy bersikap kooperatif.
"Info terakhir yang tim dapatkan berkaitan dengan keberadaan saudara SK, yang bersangkutan diduga berada di Jakarta dan sekitarnya," kata ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. di Gedung Merah Putih KPK
"Sehingga kami dalam kesempatan ini juga mengimbau kepada yang bersangkutan agar kooperatif, barangkali bisa menyerahkan diri kepada KPK sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini," ujarnya.
"Tim masih terus melakukan pencarian. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif," kata Budi.