TRIBUNSUMSEL.COM- Pelarian pria berinisial OI, pelaku utama pengeroyokan yang menewaskan Yepran Firmansyah (34), sopir truk yang sedang mengisi BBM di SPBU Jalan H.M. Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami, Palembang berakhir ditangkap polisi.
Berbeda dari pembawaannya yang garang saat mengeroyok bersama komplotannya hingga korban tewas, OI kini tampak layu bisa diam tertunduk lesu dengan pandangan kosong.
Tampang OI yang terlihat lemas di dalam mobil kepolisian, seperti yang diunggah oleh akun TikTok Buser Polrestabes Palembang, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Sosok OI, Pelaku Pengeroyokan Sopir Truk Hingga Tewas saat Antre di SPBU Palembang Ditangkap
Tersangka tampak mengenakan kaus polos berwarna hitam duduk pasrah di kursi belakang diapit oleh anggota kepolisian.
Pelaku OI berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah aksi kejinya menewaskan korban.
Penangkapan itu dilakukan tim gabungan Reskrim Polsek Sukarami dan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang yang menciduknya tanpa perlawanan.
OI hanya bisa tertunduk lesu saat digelandang ke Mapolsek Sukarami pada Rabu (3/6/2026) malam.
Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan mengonfirmasi penangkapan pelaku via WhatsApp.
"Sudah terungkap, pelaku dan barang bukti lengkap tidak sampai 24 jam," ujar Alex.
Barang bukti berupa pisau yang digunakan oleh pelaku OI turut diamankan.
"Ada sajamnya. Barang bukti yang kami amankan ada pisau yang digunakan pelaku," katanya.
Tidak hanya OI, tim masih melakukan pendalaman dan mencari keberadaan pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Masih didalami, yang jelas ini yang sudah kami tangkap pelaku utama. Nanti akan disampaikan ketika rilis resmi," tutupnya.
Baca juga: Sosok Yepran, Sopir Truk Tewas Dikeroyok Saat Antre Solar di Palembang, Awalnya Sempat Tegur Pelaku
Keributan bermula ketika OI yang mengendarai kendaraannya nekat menyerobot antrean BBM jenis solar di SPBU Jalan Noerdin Panji.
Tindakannya ini memicu teguran dari korban, Yepran Firmansyah (38), yang saat itu tengah mengantre menggunakan truk bernopol BG 9479 CE.
Korban kemudian menegur pelaku.
Alih-alih mengalah setelah ditegur, OI justru menyulut pertengkaran.
Cekcok mulut di pintu keluar SPBU itu bahkan sempat pecah menjadi perkelahian fisik sebelum akhirnya dilerai oleh sopir-sopir lain.
Sekitar 30 menit setelahnya, pelaku yang sempat pergi lalu kembali ke SPBU membawa kurang lebih tujuh orang rekannya menggunakan sepeda motor.
Kelompok ini langsung menyerang dan mengeroyok korban menggunakan senjata tajam secara membabi buta.
Dalam kondisi luka parah, korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke kabin dan mengemudikan truknya menjauh dari lokasi.
Namun, para pelaku tetap mengejar korban.
Tepat di seberang SPBU, korban kehilangan kesadaran akibat pendarahan hebat.
Truk yang dikemudikannya oleng, menabrak, dan berhenti dengan sendirinya.
Meski korban sudah tidak berdaya di dalam kendaraan, para pelaku diduga masih terus melakukan penyerangan sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Warga dan sesama sopir yang berada di sekitar lokasi bergegas menolong korban yang sudah bersimbah darah dan membawanya ke RS Myria Palembang.
Setibanya di RS Myria, pihak medis menyatakan bahwa nyawa korban sudah tidak tertolong (meninggal dunia).
Korban menderita sejumlah luka tusuk fatal di bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.
Pihak kepolisian segera turun tangan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan adanya kejadian maut tersebut.
"Benar terjadi peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah sekitar tujuh orang," ujar Alex saat dikonfirmasi. (Aggi Suzatri/Rachmad Kurniawan/Tribunsumsel)
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com