IHSG Kemarin Anjlok 4 Persen, Hari Ini Diramal Masih Sulit Bangkit Akibat Banyaknya Sentimen Negatif
Seno Tri Sulistiyono June 04, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (4/6/2026) diprediksi masih berat untuk menguat seiring masih banyaknya sentimen negatif.

Tercatat, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup merosot 4,11 persen atau 254,36 poin ke level 5.941,07 dari posisi penutupan hari sebelumnya 6.195,43.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada rentang 5.842 hingga 6.213.

Baca juga: Bursa Saham Berdarah, IHSG Rontok 4 Persen Lebih di Tengah Tekanan Rupiah

Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian mengatakan, IHSG kemarin sempat menyentuh titik terendah sejak april 2025. 

Menurutnya, pelemahan IHSG terjadi karena depresiasi rupiah yang sudah ke level Rp17.930, bahkan pagi ini sudah mencapai Rp18.000 per dolar AS.

Selain sentimen negatif dari pelemahan rupiah, kata Azharys, pasar modal Indonesia juga dihantam pengumuman negatif outlook dari Moodys untuk Danantara Investment Management sesuai dengan rating dan outlook sovereign Indonesia.

"Untuk hari ini, kami proyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 5.880-6.000," papar Azharys.

Hal yang sama juga disampaikan, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta.

Menurutnya, aksi jual investor asing masih berlanjut, dimana perdagangan kemarin telah mencatatkan net sell sekitar Rp864 miliar, menambah akumulasi tekanan pada berbagai saham berkapitalisasi besar. 

Ia menyampaikan, sentimen dari perilisan peringkat Baa2 (investment grade) dari Moody's terhadap Danantara Investment Management (DIM), namun outlook-nya negatif, direspons negatif oleh para pelaku pasar, sehingga memicu aksi jual masif yang membuat IHSG turun signifikan. 

"Hal ini juga menyebabkan rupiah bergerak melemah drastis mendekati level Rp18.000 per dolar AS, yang memicu kekhawatiran fiskal dan menekan stabilitas pasar keuangan domestik. 

Di sisi lain, para pelaku investor juga mengantisipasi sentimen jangka pendek dari realisasi rebalancing_ indeks global seperti FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026, turut mempengaruhi pergerakan dana pasif asing yang langsung menyesuaikan portofolionya.

Dari global, ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai perundingan perdamaian di antara kedua negara tersebut. 

"Hal ini tentunya turut memberikan andil pada naiknya persepsi risiko investor," paparnya.

Perdagangan hari ini, Nafan memprediksi IHSG bergerak pada support 5.839 & 5.733 dan resistance 6.075 & 6.287.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.