Oleh: Pastor Frans Banusu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Kamis 4 Juni 2026.
Tema renungan Katolik hari ini "manusia beriman butuh relasi kasih yang nyata.
Renungan Katolik untuk hari Kamis Biasa IX Santo Kuirinus Martir: Kisah Iman dan Keteguhan, Santo Fransiskus Caracciolo Abbas dan Pelayan Ekaristi, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 4 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Kamis 4 Juni 2026, Perintah Utama
Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;
jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Bait Pengantar Injil Mzm 119:34
Berilah aku mengerti, maka aku akan mentaati hukum-Mu,aku kan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan..
Bacaan Injil Mrk. 12:28b-34
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
MANUSIA BERIMAN BUTUH RELASI KASIH YANG NYATA.
(2Tim. 2:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab.8-9.10.14; Mrk. 12:28b-34).
"Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah." (Mrk. 12:34b).
Iman bertumbuh, berkembang dan berbuah dalam hidup persekutuan kaum beriman melalui relasi nyata dengan Tuhan dan sesama serta pahalanya bagi diri sendiri. Relasi nyata dengan Tuhan mesti tampak dalam tekun ibadah dan Ekaristi, rajin baca dan karib dengan Kitab Suci sebagai nutrisi rohani, doa rosario tiap hari. Relasi kasih yang nyata dengan sesama: jika ada masalah yang mengganjal mari duduk bersama sebagai umat beriman yang bermartabat, bangun komunikasi kasih, saling rangkul sebagai saudara putuskan mata rantai (iblis) kebencian, perkuat kekompakan, hindari perpecahan dan kekacauan, saling dengar dan bicara hal-hal yang membangun, stop sambung lidah iblis bicara keburukan diri atas nama sesama. Setiap manusia butuh relasi kasih (bukan permusuhan) baik dengan Tuhan, sesama dan alam. Jika hal-hal di atas menjadi pola hidup, maka Tuhan Yesus akan berkata kepada kita dengan penuh kebanggaan, "Kamu tidak jauh dari Kerajaan Allah."
Paulus mengingatkan Timotius, jaga umat tetap hidup dalam relasi kasih yang utuh. Ketika kasih diabaikan orang beriman akan saling bersilat lidah/kata dan akibat lanjut ialah kekacauan, perpecahan dan keruntuhan kebersamaan pun terjadi dan iblis pun terbahak. Paulus curhat rohani: karena pewartaan Injil kabar keselamatan sebagai rasul, ia harus menderita, dibelenggu seperti penjajat tetapi sabda Allah tidak terbelenggu. Memang benar. Risiko kebenaran adalah korban. Rasul Tuhan adalah pejuang abadi keselamatan semua orang yang percaya kepada Anak Allah. Santo Paulus tak gentar mengakui dan merangkul erat kebenaran iman dalam Yesus Kristus. Maka dengan optimisme iman ia pun berkata, "Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah bersama Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita." (2Tim. 2:12).
Apakah yang perlu kita buat? Jadikan diri sebagai pengurus umat yang layak, sebagai pekerja Allah yang tidak tahu malu karena kebenaran dan giat mewartakan kebenaran dengan terus-terang.
Giat ibadah, doa Roaario, Ekaristi, dll. Sebab ibadah adalah momen indah bersama Tuhan, di mana komunikasi hati berperan - tanda kasih tulus semua anak-anak kekasih Allah sedang tunduk pada rencana agung Tuhan. Dalam sujud khusuk ini, intim dengan Tuhan nyata, relasi harmonis penuh damai terealisasi dalam komunitas kebersamaan kita sebagai persekutuan orang-orang beriman dalam Kristus, Tuhan kita yang adalah pusat tumpuan akhir semua anak Allah di kolong langit ini.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Kamis/Pekan Biasa IX/A/II, 040626). (Sumber the katolik.com/kgg).