Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Kamis (4/6/2026) dini hari, menyisakan duka mendalam bagi Ramsi Abas dan keluarganya.
Dalam hitungan menit, rumah yang mereka tempati hangus dilalap api bersama seluruh harta benda di dalamnya.
Ramsi mengaku hanya sempat menyelamatkan istri, anak-anak, serta beberapa kendaraan. Sementara itu, uang tunai lebih dari Rp 40 juta yang disiapkan untuk biaya kuliah anaknya di Universitas Pertamina serta perhiasan emas milik istrinya seberat sekitar 16 gram ikut ludes terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi saat Ramsi baru saja terbangun untuk mempersiapkan salat Subuh. Saat masih berbaring di tempat tidur, ia melihat asap tebal masuk ke dalam rumah dari arah belakang.
Baca juga: Kebakaran di Bajawa, Ruang Kelas dan Perpustakaan Ludes, Siswa Tunda Ujian
Tanpa berpikir panjang, ia langsung membangunkan dan mengevakuasi seluruh anggota keluarganya sebelum kobaran api membesar dan melahap bangunan rumah.
“Saya langsung selamatkan istri dan anak-anak. Setelah itu saya berlari mencari bantuan sampai ke kantor polisi,” ujar Ramsi dengan nada sedih.
Di tengah kepanikan, ia masih sempat menyelamatkan satu unit mobil dan sepeda motor. Namun, sebagian besar isi rumah tidak dapat diselamatkan karena api dengan cepat membesar.
Ramsi mengaku tidak pernah menyangka musibah tersebut akan menimpa keluarganya. Malam sebelum kejadian, mereka beristirahat seperti biasa tanpa firasat apa pun.
Kini, keluarga tersebut hanya memiliki pakaian yang melekat di badan serta beberapa kendaraan yang berhasil diselamatkan.
“Hanya pakaian di badan dan beberapa kendaraan yang tersisa. Selain itu, semuanya terbakar,” katanya.
Hal yang paling membuatnya terpukul adalah hilangnya tabungan yang selama ini dipersiapkan untuk mendukung pendidikan anaknya di perguruan tinggi.
“Sedih juga karena uang itu kami siapkan untuk menambah biaya kuliah anak saya di Universitas Pertamina. Anak saya sudah mendaftar dan melakukan registrasi, uang itu rencananya digunakan untuk biaya hidup selama kuliah,” tuturnya.
Meski dilanda kesedihan, Ramsi berusaha tegar menghadapi cobaan tersebut. Untuk sementara waktu, ia bersama keluarganya tinggal di rumah kerabat sambil menunggu pembangunan hunian darurat di lokasi yang sama.
Ia berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban yang kini harus ditanggung keluarganya.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah atas musibah yang kami alami ini,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian, dan Tim Reserse Kriminal Polres Ngada terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial Kabupaten Ngada tengah melakukan pendataan serta inventarisasi kerugian yang dialami para korban kebakaran.
Kebakaran Hebat
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.05 WITA.
Kobaran api pertama kali melahap dua unit rumah semi permanen milik warga yang berada di belakang Rumah Jabatan DPRD Ngada.
Dalam waktu singkat, api membesar dan merembet ke kompleks Madrasah Al-Quraba Bajawa hingga menghanguskan sejumlah fasilitas pendidikan.
Ruang Kelas I, perpustakaan, musala, dan dapur sekolah turut dilalap si jago merah. Kobaran api yang semakin membesar juga menjalar ke Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Ngada dan membakar sebagian bangunan beserta isinya.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngada tiba di lokasi sekitar pukul 03.30 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman dari sisi utara Rumah Jabatan DPRD Ngada guna mencegah api merembet ke bangunan tersebut.
Meski sempat mengalami kesulitan akibat besarnya kobaran api dan banyaknya bangunan yang terdampak, petugas terus berupaya mengendalikan api. Sebagian besar titik kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena sejumlah bangunan dan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian rata dengan tanah akibat amukan api.