Pertamina Dorong Batik Ciprat Khas Bukit Besar Jadi Identitas Daerah
Asmadi Pandapotan Siregar June 04, 2026 11:03 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kain batik tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya, tetapi juga dapat menjadi identitas suatu daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam menggelar Pelatihan Pembuatan Batik Ciprat bagi masyarakat Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang.

Pelatihan yang berlangsung pada 16, 19, dan 20 Mei 2026 tersebut diikuti oleh 30 ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas masyarakat sekaligus mengembangkan batik ciprat khas Kelurahan Bukit Besar sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran lengkap mengenai proses pembuatan batik ciprat, mulai dari perancangan motif, teknik pewarnaan, hingga proses penyelesaian akhir. Dari kegiatan ini, peserta berhasil menghasilkan sebanyak 30 lembar kain batik siap pakai.

Keunikan pelatihan ini terletak pada pengembangan motif yang disepakati bersama sebagai identitas Kelurahan Bukit Besar, yakni perpaduan antara motif bukit dan buah kerduduk. Motif bukit merepresentasikan nama wilayah Bukit Besar, sementara buah kerduduk mengangkat kembali salah satu tanaman khas Bangka yang kini mulai jarang ditemukan.

Sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan penguatan identitas lokal, pohon kerduduk juga telah ditanam di lingkungan Kantor Kelurahan Bukit Besar. Motif tersebut diharapkan dapat menjadi ciri khas batik ciprat Bukit Besar yang dikenal luas oleh masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengembangan Kelompok Sahabat Kreatif, kelompok baru dalam Program Penggerak Lingkungan Kelola Sampah (PELIKAS) yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas berbasis potensi lokal. Sebagian hasil karya akan dipamerkan, sementara sebagian lainnya direncanakan menjadi seragam ibu-ibu kelurahan.

Lurah Bukit Besar, Yurdani, mengapresiasi kegiatan tersebut karena tidak hanya menambah keterampilan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas daerah.

"Melalui motif bukit dan buah kerduduk, kami ingin memperkenalkan identitas Kelurahan Bukit Besar sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan hayati lokal yang mulai terlupakan," ujar Yurdani.

Siti Jariyah, pelatih sekaligus penggerak batik ciprat di Kelurahan Bukit Besar, berharap karya yang dihasilkan dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas.

"Kami berharap batik ciprat khas Bukit Besar dapat menjadi kebanggaan masyarakat dan berkembang menjadi produk unggulan kelurahan," tutut Siti.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis kreativitas lokal.

"Melalui pengembangan batik ciprat khas Bukit Besar, kami ingin mendorong lahirnya karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat. Pertamina akan terus mendukung penguatan kapasitas Kelompok Sahabat Kreatif agar program ini berkembang secara berkelanjutan," ujar Rusminto.

Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (*/E1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.