TRIBUNKALTIM.CO - Kabar duka datang dari dunia sepak bola Samarinda. Sosok legendaris suporter yang dikenal luas dengan nama Paklek Pusam dikabarkan meninggal dunia pada Rabu malam, 3 Juni 2026.
Kepergian Paklek Pusam meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pusamania, suporter Borneo FC Samarinda, serta pecinta sepak bola di Kota Tepian.
Informasi wafatnya tokoh suporter tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial dan mendapat respons luas dari masyarakat.
Ucapan belasungkawa serta doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini dikenal setia mendampingi perjalanan klub kebanggaan masyarakat Samarinda.
Baca juga: Kepergian Paklek Pusam Tinggalkan Duka Mendalam, Pusamania: Stadion Terasa Sepi Tanpa Sapaan Beliau
Paklek Pusam memiliki nama asli Samin bin Puang.
Di kalangan suporter sepak bola Samarinda, nama Paklek Pusam sudah sangat dikenal karena dedikasi dan loyalitasnya yang luar biasa terhadap klub kebanggaan daerah.
Ia merupakan salah satu tokoh senior suporter yang telah mengikuti perjalanan sepak bola Samarinda sejak era Putra Samarinda (Pusam), jauh sebelum lahirnya Borneo FC Samarinda seperti yang dikenal saat ini.
Kecintaannya terhadap sepak bola Samarinda membuat sosoknya begitu melekat dalam sejarah komunitas suporter di Kalimantan Timur.
Bagi Pusamania, Paklek Pusam bukan sekadar suporter biasa.
Ia menjadi simbol loyalitas yang selalu hadir mendukung tim dalam berbagai situasi.
Sejak masa kejayaan Putra Samarinda hingga transformasi menjadi Borneo FC Samarinda, Paklek Pusam terus menunjukkan dukungan tanpa henti dari tribun stadion.
Dengan penampilan khas dan semangat yang konsisten, ia dikenal lintas generasi suporter. Kehadirannya dalam berbagai pertandingan menjadikan dirinya salah satu ikon suporter yang paling dihormati di Samarinda.
Banyak pendukung mengenangnya sebagai pribadi sederhana, ramah, dan selalu hadir dalam momen-momen penting perjalanan tim kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur.
Bagi generasi suporter yang lebih muda, Paklek Pusam tidak hanya dikenal sebagai pendukung setia tim. Ia juga dianggap sebagai figur inspiratif yang menunjukkan arti kecintaan tanpa syarat terhadap klub dan daerah asalnya.
Dukungan yang diberikan selama bertahun-tahun menjadi contoh bahwa loyalitas terhadap tim tidak hanya hadir saat meraih kemenangan, tetapi juga ketika menghadapi masa-masa sulit.
Semangat tersebut membuat namanya tetap dikenang oleh banyak kalangan, bahkan oleh mereka yang tidak pernah mengenal secara langsung sosoknya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Paklek Pusam Meninggal Dunia, Pusamania Kehilangan Ikon Loyalitas Sepak Bola
Wafatnya Paklek Pusam menjadi kehilangan besar bagi komunitas sepak bola Samarinda.
Sosok yang selama puluhan tahun berdiri di belakang tim kebanggaan daerah kini telah berpulang.
Jejak pengabdian dan kecintaannya terhadap sepak bola Samarinda meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.
Keluarga, kerabat, dan para suporter masih terus berdatangan untuk memberikan doa serta penghormatan terakhir.
Selamat jalan, Paklek Pusam. Loyalitas, semangat, dan dedikasimu akan selalu menjadi bagian dari sejarah sepak bola Samarinda.